Breaking News:

Berita Semarang

Gerakan Indonesia Bermain Hope Worldwide, Moses Pakai Helm, Pura-pura Jadi Astronot

Secara spontan, Moses Algara langsung kenakan helm ketika tutor atau pembimbing mengajak anak-anak untuk bermain di luar angkasa.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Tangkapan layar kegiatan anak-anak di ruangan virtual Zoom. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Secara spontan, Moses Algara langsung kenakan helm ketika tutor atau pembimbing mengajak anak-anak untuk bermain di luar angkasa.

Ia memakai helm agar seperti pakaian astronaut.

Siswa SD kelas V ini sering melihat pakaian astronaut yang di luar angkasa dari gambar-gambar dan video yang ia lihat selama sekolah.

Moses merupakan satu peserta Gerakan Indonesia Bermain (GIB) diadakan Yayasan Hope Indonesia Semarang bersama Play Therapy Indonesia yang diadakan secara virtual, Sabtu (24/7/2021). Gerakan ini untuk memeriahkan Hari Anak Nasional 2021.

"Anak dan bermain merupakan suatu hubungan yang tidak bisa diputus. Bermain merupakan media anak untuk mengenali lingkungan di sekitarnya," kata Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dr Muhammad Hasbi, dalam sambutannya.

Melalui bermain, anak-anak bisa belajar dan mengembangkan seluruh aspek perkembangannya secara menyenangkan.

"Apalagi Indonesia memiliki banyak sekali referensi permainan, termasuk permainan tradisional," jelasnya.

Gerakan Indonesia Bermain ini diikuti 7.215 anak. Tidak hanya dari Semarang, tetapi juga luar kota.

Peserta yang berpartisipasi juga dari semua tingkatan pendidikan, dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan anak-anak berkebutuhan khusus atau special needs.

Koordinator Yayasan Hope Indonesia Semarang, Desy Natalia Kilanmase menyatakan kegiatan ini digelar untuk melestarikan dan mengedukasi anak-anak tentang permainan tradisional, mengenal alam, serta budaya Indonesia.

"Acara ini diadakan sebagai hadiah bagi anak-anak Indonesia yang telah lebih setahun belajar online. Tahun ini adalah tahun pertama GIB diadakan secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom dan diadakan serentak di seluruh Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, semua anak-anak Indonesia bisa mengikuti kegiatan tersebut, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Karena GIB kali ini diadakan secara online, permainan yang diadakan adalah tentang pengetahuan dan keberagaman Indonesia sekaligus untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada anak-anak.

"Kita mengajak anak-anak untuk menonton beberapa video edukasi, pengetahuan tentang Indonesia. Lalu, kuis tentang Indonesia, mulai dari Pancasila sampai perbedaan yang ada di Indonesia," kata Lia, sapaannya.

Anak-anak bermain di dalam ruangan Zoom sekitar 120 menit dengan ada lebih dari 50 permainan atau materi.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved