Breaking News:

Stikes Telogorejo Semarang

Manfaat 'Emotional Chatarsis' Ketika Frustrasi

Serangkaian kejadian yang tidak menyenangkan disituasi tersebut menyebabkan bergejolaknya perasaan yang menumpuk.

Editor: abduh imanulhaq
Manfaat 'Emotional Chatarsis' Ketika Frustrasi
GOOGLE
Ilustrasi emosi manusia

Oleh: Laura Khattrine Noviyanti, Dosen S1 Keperawatan Peminatan Keperawatan Jiwa

HAMPIR satu tahun kita merasakan situasi yang terjadi akibat Covid-19 di Indonesia. Serangkaian kejadian yang tidak menyenangkan disituasi tersebut menyebabkan bergejolaknya perasaan yang menumpuk. Pada akhirnya kita mencapai titik dimana begitu banyak emosi di dalam diri kita yang terkurung. Sehingga menjadi dampak buruk yang akhirnya “meledak” menyebabkan kesehatan mental seseorang terganggu.

Oleh karena itu butuh adanya pelepasan agar seseorang merasakan kelegaan di dalam dirinya. Ibarat sebuah panci yang berisi air yang mencapai titik didih kemudian mengendap, begitu pula emosi harus dibangun dalam intensitas. Perlu melakukan pembersihan emosional sehingga emosi negatif bisa berkurang dalam diri seseorang.

Pengalaman di atas merupakan bagian dari fenomena yang biasanya disebut dengan emotional chatarsis.

Katarsis berasal dari bahasa Yunani yaitu “pembersihan”. Biasanya di dalam dunia psikologi, katarsis dikaitkan dengan membuang hal negatif dalam diri seperti stres, cemas atau ketakutan yang berlebihan.

Istilah Katarsis dipakai oleh Josef Breuer pertama kali untuk mengobati pasien yang mengalami permasalahan yang buruk dengan sebutan ”terapi Katarsis”. Hal ini pun dilakukan pula dengan teori psikoanalisa oleh Sigmund Freud. Manfaat Emosional Katarsis menurut Josef Breuer adalah ketika seseorang dapat dengan bebas mengeskpresikan emosinya yang dikaitkan dengan pengalaman yang tidak menyenangkan, mereka akan mengalami pembersihan tersebut.

Ada banyak cara untuk melepaskan emosi hingga mencapai emosional katarsis. Situs psikologi (www.betterhelp.com) menjelaskan ada sembilan cara melakukan Emosional Katarsis.

Pertama dengan musik. Musik membantu seseorang untuk mengatasi emosi. Jadi jika seseorang merasakan sedih, mendengarkan lagu yang sedih akan merasa lebih baik.

Kedua memfasilitasi dengan punching bag. Bila seseorang tidak mampu meluapkan amarah ada fasilitas psikolog dengan menyediakan samsak. Dengan harapan ketika meluapkan emosi tersebur amarah atau emosi negatif bisa dilepaskan.

Ketiga dengan seni. Setiap media seni membantu untuk melepaskan emosi. Contohnya dengan melukis. Ketika seseorang memercikkan cat di atas kanvas saat sedang marah membantu untuk melepaskan emosi tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved