Breaking News:

Advertorial

Pemkot Semarang Buka Keran Perusahaan Swasta Bersinergi

Pemerintah Kota Semarang akan memberikan ruang akses untuk perusahaan swasta yang ingin bersinergi dalam memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Sem

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
PT Automobil Jaya Mandiri (AJM) memberikan bantuan masker untuk Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang akan memberikan ruang akses untuk perusahaan swasta yang ingin bersinergi dalam memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Semarang.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, hal itu mengingat di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini dukungan kedua belah pihak sangat dibutuhkan.

"Saya tahu diri, teman-teman swasta sedang berat juga. Jadi pada saat mau membantu apa saja kepada pemerintah, kami sudah bersyukur. Itu sudah merupakan kontribusi yang luar biasa. Apalagi kalau teman-teman swasta mengatakan kepada kami tidak merumahkan pegawai, tambah keren lagi," kata Hendi saat melakukan dialog secara virtual dalam acara Wuling AJM Virtual Event (Wave), Sabtu (24/7/2021).

Dalam tema acara bertajuk "Sinergi Pemerintah dan Swasta dalam Melawan Covid-19" tersebut, PT Automobil Jaya Mandiri (AJM) mengajak Walikota Semarang untuk berdiskusi.

Diskusi dimaksudkan untuk mengambil sikap atas kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang kini sampai pada level 4.

Dalam kesempatan itu, Hendi meminta kepada perusahaan swasta untuk turut mendukung percepatan program vaksinasi di Kota Semarang.

Selain itu, juga menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja.

"Kami sudah membentuk 12 sentra vaksin, di antaranya di Holy, Sam Poo Kong, beberapa kampus, dan lainnya. Kalau semuanya berjalan rata-rata 16 ribu sampai 20 ribu warga perhari, saya yakin 2 bulan ke depan sudah mencapai 1,3 juta sesuai target. Tentunya dengan dukungan semua pihak.

Akan lebih baik lagi jika perusahaan mampu memberikan edukasi kepada lingkungan di perusahaan. Misalnya, Wuling menerapkan protokol kesehatan, vaksin, dan gaji yang tetap. Selain itu, sedikit gajinya bisa untuk lingkungan sekitar seperti membagikan gula, beras, atau lainnya," paparnya.

Selain itu, Hendi menyebut, pihaknya juga membuka keran bagi sektor swasta yang ingin bersinergi dengan pemerintah agar usaha tetap bertahan di tengah pandemi ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved