Breaking News:

Berita Pendidikan

Tinjau kurikulum Akuntansi Logistik, Harus Berkiblat pada Peta Okupansi untuk Persiapkan SDM Andal

Tidak banyak kampus umum semisal sekolah tinggi atau universitas yang fokus pada akuntansi logistik.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
tangkapan layar webinar Zoom
Tangkapan layar ruang zoom saat diskusi virtual peninjauan kurikulum akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cendekia Karya Utama Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tidak banyak kampus umum semisal sekolah tinggi atau universitas yang fokus pada akuntansi logistik.

Padahal, mata kuliah akuntansi logistik bisa saja menjadi jawaban untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal, terutama di bidang logistik.

Diperlukan strategi, serta visi dan misi baru yang mengadopsi inovasi dan teknologi supaya lulusan perguruan tinggi bisa segera diserap pasar industri, termasuk di sektor logistik.

Hal tersebut disampaikan Direktur Solid Utama Logistik, Irfan Saefulloh ketika diskusi secara virtual terkait peninjauan kurikulum akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cendekia Karya Utama Semarang.

Baca juga: Bisa Jadi Contoh, Resepsi Nikah Pakai Prokes Ketat: Makanan Dibungkus, Ada 2 Jalur Lintasan Tamu

Baca juga: Aksi Pesepeda Semarang Borong Warung Kecil dari Hasil Galang Dana Jualan Helm Bertanda Tangan Hendi

Baca juga: Gandeng Kemenkes dan Dinkes Kabupaten Tegal, Dewi Aryani Gelar Vaksinasi 1.000 Orang Tiap Pekan

"Tidak banyak kampus yang fokus ke akuntansi logistik. Kami mendukung STIE menghasilkan lulusan kompeten dan menjawab tantangan kerja dan memenuhi kebutuhan SDM dunia usaha terutama di logistik," kata Irfan, dikutip pada Minggu (25/7/2021).

Seperti diketahui, di Jawa Tengah kampus yang mengajarkan mata kuliah akuntansi logistik ada di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan STIE Cendekia Karya Utama Semarang.

Selain itu, kata dia, SDM di bidang akuntansi logistik menjadi kompeten jika didukung pemahaman informasi teknologi dan komunikasi, terutama Bahasa Inggris.

"Dunia logistik berhubungan dengan customer, kebanyakan komunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Perlu ada penekanan ke situ," ucapnya.

Dengan begitu, memudahkan perusahaan di bidang logistik mendapatkan tenaga yang lebih kompeten di bidang keuangan akuntansi maupun pemahaman di bidang informasi teknologi.

Sementara, perwakilan dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) serta Asean Federations of Forwarders Associations (FFA), Suprapto Suwaji menerangkan, STIE Cendekia Karya Utama perlu berkiblat pada peta okupansi supply chain untuk selenggarakan dan memfokuskan pada akuntansi logistik.

Baca juga: Sprinter Andalan Indonesia Zohri Tiba di Jepang, Siap Tanding dalam Olimpiade Tokyo 2020

Baca juga: Kelakuan Bocah, Hari-hari Sibuk Main Ponsel, Begitu Disuruh Bersih-bersih Rumah Malah Lapor Polisi

Baca juga: Meski Sempat Grogi, Gregoria Mariska Tunjung Menangkan Pertandingan Pertama di Olimpiade Tokyo 2021

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved