Breaking News:

Berita Pekalongan

992 Santri Pekalongan Divaksin, Kejar Herd Immunity

Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melakukan serbuan vaksinasi Covid-19 untuk ratusan santri yang tinggal di pondok pesantren.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
Kominfo Kabupaten Pekalongan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat memantau pelaksanaan vaksinasi di pondok pesantren yang ada di Kedungwuni. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melakukan serbuan vaksinasi Covid-19 untuk ratusan santri yang tinggal di pondok pesantren.

Plt Dindikbud Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho mengatakan, pemberian vaksin bagi para santri merupakan salah satu upaya untuk memutus penyebaran Covid-19 dan mengejar target herd immunity.

"Salah satu upaya memerangi Covid-19 ini adalah dengan vaksinasi agar cepat mencapai herd immunity. Vaksinasi ini harus digalakkan, maka ratusan santri di Kabupaten Pekalongan mulai hari ini disuntik vaksin, totalnya ada 922 santri," kata Plt Dindikbud Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (26/7/2021).

Menurutnya, data dari Dinkes Kabupaten Pekalongan yang hari ini ada 5 ponpes yang melakukan vaksinasi Covid-19.

Di antaranya, Ponpes Al Falah Kedungwuni 196 santri, Ponpes Nurul Qur'an Kedungwuni 70 orang, Ponpes LDII 200 orang, ponpes Faidlul Qodir Pesanggrahan 266 orang, dan Ponpes Assalam Kajen 250 orang.

"Tadi ibu bupati memantau ponpes yang berada di Salakbrojo, Kedungwuni, Wonokerto, dan Sragi," ujarnya.

Dalam pantauan, memang ada beberapa santri yang takut jarum suntik. Pihaknya sudah menyampaikan ke pengasuh pondok untuk memberikan pengetahuan kepada orangtua santri dan santri.

"Sebelum divaksin, kami meminta ijin dan memberikan pengetahuan ke orangtua santri terkait vaksinasi Covid-19," imbuhnya.

Kemudian saat disinggung, mengenai lanjutan untuk vaksinasi remaja 12-17 tahun, Haryanto menjelaskan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait vaksinasi untuk remaja.

"Hal ini kita masih koordinasikan dg Dinkes. Karena yang mengatur terkait ketersediaan vaksin dan penugasan nakes kan mereka yang mengatur. Karena selain remaja, vaksin masyarakat kan masih berjalan. Jadi Dinkes yang mengatur nanti."

"Ini kan yang SMP yang belum ada sampel. Nanti rencananya, sambil yang SMA jalan sambil kami siapkan yang SMP. Kalau kepala sekolah sih siap saja. Mereka prinsip menyiapkan siswanya. Tapi kan di realisasinya tidak tau. Berapa yang hadir, kan susah juga dipastikan," imbuhnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved