Breaking News:

Berita Pati

Ketua HIPMI Pati: Korban Multisektor Kebijakan PPKM Jauh Lebih Besar Dibanding Angka Kasus Covid-19

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang membuat perekonomian kian terpuruk, terutama di sektor UMKM.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Ketua HIPMI Pati Anjas Felady 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang membuat perekonomian kian terpuruk, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut diutarakan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pati, Anjas Felady, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (26/7/2021).

Menurut Anjas, pelaku UMKM bertumbangan di tengah PPKM.

Padahal, sektor UMKM dominan dalam hal serapan tenaga kerja nasional, yakni mencapai 90 persen lebih.

"Tiga puluh juta sekian UMKM tumbang karena pandemi yang diiringi kebijakan pemerintah, yaitu PPKM Darurat. Sebab sebagian besar pelaku UMKM membutuhkan mobilitas untuk menunjang kegiatan usaha mereka," ujar dia.

Anjas berharap, para pelaku UMKM yang terdampak bisa diberi stimulus bantuan dari bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Selain itu, dinas terkait juga perlu memberi pendampingan untuk saling memberikan solusi terbaik.

Baca juga: Buntut Menyebar Hoaks Aksi PPKM Darurat di Tegal, Tiga Remaja Ditetapkan Sebagai Tersangka 

Baca juga: Terdampak PPKM Darurat, Pengelola Bisnis Penginapan di Guci Tegal Jual Aset untuk Menyambung Hidup

Baca juga: Gubernur Jateng Gelar Rembug Desa, Kades di Banyumas Tawarkan Cara Tangani Covid-19 kepada Ganjar

Baca juga: Warung dan Toko Boleh Buka, Kapolres Tegal Kota Pastikan Kelonggaran PPKM akan Terpantau

"Supaya mereka bisa survive. Kemudian perlu juga sosialisasi program restrukturisasi dari perbankan yang transparan tanpa ada syarat tertentu," papar Anjas.

Dia menegaskan, UMKM termasuk wajib pajak yang taat. 

Karena itu harus ada perhatian lebih di sektor ini, meskipun angka perolehan pajak dari sektor UMKM baru di kisaran Rp 5,7 triliun. Masih jauh dibanding total target penerimaan pajak nasional yang mencapai Rp 1.500 triliun. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved