Breaking News:

Berita Internasional

Ribuan Orang yang Ikut Demonstrasi Anti-Lockdown Kini Diburu Polisi Australia

Ribuan demonstran yang mengikuti aksi protes lockdown Covid-19 di Sydney dan kota-kota besar lainnya kini dicari Polisi Australia.

Editor: m nur huda
SS/YOUTUBE/9 NEWS AUSTRALIA
Aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Australia menolak lockdown saat kasus Covid-19 melonjak lagi. 

TRIBUNJATENG.COM, SYDNEY - Ribuan demonstran yang mengikuti aksi protes lockdown Covid-19 di Sydney dan kota-kota besar lainnya kini dicari Polisi Australia.

Setidaknya 3.500 pengunjuk rasa berkumpul di Central Business District Sydney Sabtu (24/7/2021) sore, untuk memprotes perintah penguncian pemerintah dan mandat masker.

Banyak dari demonstran membawa bendera dan tanda nasional Australia menyerukan "kebebasan" dan "kebenaran."

Demonstrasi sempat memunculkan kekerasan, dengan pengunjuk rasa melemparkan botol, pot tanaman, hingga mengecat petugas polisi.

Dalam gambar dramatis yang dibagikan secara online, seorang pengunjuk rasa terlihat meninju kuda polisi, menurut The Sydney Morning Herald.

Hingga Sabtu (24/7/2021) malam, polisi telah menangkap dan mendakwa 57 orang serta mengeluarkan 90 denda.

Seorang pengunjuk rasa, tengah, ditangkap oleh polisi dalam demonstrasi di Balai Kota Sydney Australia selama demonstrasi anti-lockdown 'World Wide Rally For Freedom' di Sydney, Sabtu, 24 Juli 2021.
Seorang pengunjuk rasa, tengah, ditangkap oleh polisi dalam demonstrasi di Balai Kota Sydney Australia selama demonstrasi anti-lockdown 'World Wide Rally For Freedom' di Sydney, Sabtu, 24 Juli 2021. (AP PHOTO/MICK TSIKAS)

Menteri Kepolisian New South Wales (NSW) David Elliott mengatakan 22 detektif kini telah ditugaskan untuk melacak sisa "orang bodoh yang sangat egois" yang menghadiri demonstrasi tersebut.

"Saya berharap kami mengeluarkan 3.500 pemberitahuan pelanggaran, saya berharap kami memiliki “orang bodoh yang sangat egois” ini sebelum pengadilan," kata Elliott, lapor Herald.

"Kalau tidak mau dikurung, patuhi aturan!" tegasnya melansir Newsweek.

Wakil Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon menambahkan bahwa tindakan para pengunjuk rasa "benar-benar memalukan," di tengah laporan bahwa varian Delta coronavirus melonjak di seluruh negeri.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved