Breaking News:

21,2 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin dari Sinovac Datang Lagi

Sebanyak 21,2 juta dosis bahan baku Sinovac itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (27/7), dan sekitar pukul 12.30.

Editor: Vito
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Pekerja melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin covid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (12/7). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indonesia kembali mendatangkan bahan baku vaksin virus corona asal China, Sinovac.

Sebanyak 21,2 juta dosis bahan baku Sinovac itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (27/7), dan sekitar pukul 12.30.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyatakan, sebanyak 21,2 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk setengah jadi (bulk) akan diproses PT Bio Farma menjadi vaksin jadi sekitar 2-3 minggu.

"Jadi nanti vaksin yang 21,2 juta itu, yang kami terima pasti akan diproses dulu oleh Bio Farma untuk menjadi vaksin jadi, kurang lebih 2-3 minggu, kemudian ada proses quality control oleh BPOM yang mungkin sekitar 1 minggu lagi, nah setelah itu siap," terangnya, dalam diskusi secara virtual, Selasa (27/7).

Dia menambahkan, sebanyak 21,2 juta dosis vaksin Sinovac tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi di bulan Agustus, yakni minggu ketiga atau keempat.

"Saat ini pemerintah telah menerima 151,9 juta dosis vaksin dan sebanyak 21,2 juta dosis vaksin Sinovac yang diterima hari ini merupakan jumlah terbesar," jelasnya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Airlangga Hartarto menyatakan, Indonesia juga terus berupaya untuk mendatangkan vaksin lain melalui berbagai jalur untuk memastikan stok vaksin tercukupi dan target sasaran vaksinasi tercapai.

"Pemerintah selalu memastikan keamanan atau safety, kualitas atau mutu, dan khasiat atau efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu, saat konferensi pers, Selasa (27/7).

Ia menyebut, Indonesia membutuhkan 208 juta orang yang divaksin untuk mencapai ketahanan komunal atau herd immunity. Sementara, pada setiap orang dibutuhkan dua dosis vaksin.

Vaksinasi menjadi upaya untuk mengendalikan pandemi covid-19. Adanya herd immunity akan mencegah penyebaran virus yang lebih luas.

"Perlu ditekankan bahwa vaksinasi merupakan salah satu strategi pemerintah untuk penanganan pandemi covid-19," tandasnya. (Kompas.com/Haryanti Puspa Sari/Kontan/Abdul Basith Bardan)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved