Berita Kudus
Jaga Produksi Kertas Uang, Pura Group Terapkan Sistem Kerja Bergilir
PT Pura Group tetap menjaga produksi blangko uang kertas di tengah PPKM darurat sejak tanggal 3 Juli 2021 lalu.
Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - PT Pura Group tetap menjaga produksi blangko uang kertas di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sejak tanggal 3 Juli 2021 lalu.
Direktur PT Pura Group, Bambang Handoko mengatakan, selama PPKM tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan melaksanakan work from home (WFH) sebesar 50 persen.
Mekanismenya, kata dia, menggunakan sistem bergilir atau shift sehingga produktifitas perusahaan tetap berjalan.
"Kami ikut anjuran pemerintah WFH 50 persen. Tapi kami tetap menggunakan strategi terutama bagian produksi karena terkait kebutuhan negara untuk mencetak blangko uang kertas, hologram dan pita cukai," jelas dia, Selasa (27/7/2021).
Baca juga: KEJUTAN Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020: Greysia Polii/Apriani Rahayu Juara Grup & Hentikan Rekor
Baca juga: Mau Coba Jajanan Kaki Lima Khas Thailand? Datang ke Radja Hotel Semarang Saja
Baca juga: Mustain Meninggal Tergencet Batu Muatan Truk, Sopir Trauma: Dia di dalam Bak Tidak Melompat
Baca juga: Nazwa, Seleb TikTok Hebohkan Jagat Media Sosial Kenapa? Disangkut-sangkutkan dengan Foto Syur
Bambang mencontohkan, cara pembagian kerja pegawai bidang produksi di antaranya dengan membagi dalam dua kelompok.
"Misalnya hari ini kerja, gantian besoknya libur," ujarnya.
Menurutnya, perusahaannya masih tetap melayani pesanan sehingga tidak melakukan pengurangan pegawai.
Bahkan, pihaknya tetap membayar upah penuh pegawai meski melaksanakan WFH selama PPKM darurat.
"Order masih lancar. Tidak ada masalah secara umum stabil," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ekspor kertas uang ke negara Vietnam, India, dan Honduras juga masih tetap berjalan.
Bahkan rencananya, pasar ekspor kertas uang semakin meluas ke Filipina dan Meksiko.
"Ini masih penjajakan kami juga akan ekspor kertas uang ke Filipina dan Meksiko," ujar dia.
Sedangkan untuk pasar domestik, pihaknya juga masih jalan untuk pencetakan kertas uang rupiah.
"Kami juga baru menang tender online dari Bank Indonesia untuk empat pecahan rupiah. Selama PPKM, kami tidak ada penurunan produksi," ujarnya.
Baca juga: KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa Kunjungi Tempat Isolasi Terpusat di Solo:
Baca juga: Ganjar Sebut Jateng Bakal Dapat Tambahan Dosis Vaksin Guna Percepatan Vaksinasi
Baca juga: Taliban Seret Puluhan Warga Sipil Afghanistan dari Rumahnya Lalu Dieksekusi
Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Semarang Tewas Tertindih Truk Muatan Batu, Sempat Minta Tolong, Sopir Pingsan
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperinkop dan UKM) Kudus, Rini Kartika menyampaikan, telah melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan sejak 12 Juli 2021.
Seluruh perusahaan, kata dia, juga telah memenuhi ketentuan penerapan 50 persen pekerja WFH.
"Selama itu, mereka juga tetap mendapatkan upah sesuai kesepakatan antara perusahaan dan serikat pekerja," ujar dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kegiatan-di-pura-kudus-1.jpg)