Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pemkot Semarang Menunda Rencana Pemindahan Pedagang Pasar Johar

Pemerintah Kota Semarang menunda rencana pemindahan pedagang Pasar Johar yang saat ini masih menghuni tempat relokasi.

Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Kondisi komplek Pasar Johar Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menunda rencana pemindahan pedagang Pasar Johar yang saat ini masih menghuni tempat relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Sebelumnya, Pemkot merencanakan pemindahan pedagang ke Pasar Johar secara bertahap mulai Juli ini.

Sedianya, pedagang akan masuk ke Johar Utara dan Tengah yang sudah selesai dibangun.

Kemudian, tahap selanjutnya pedagang akan masuk ke Johar Selatan dan Kanjengan yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, banyak hal yang membuat kegiatan harus dijadwal ulang karena kondisi pandemi Covid-19 di Kota Semarang, termasuk rencana pemindahan pedagang Pasar Johar yang semula dijadwalkan Juli ini.

"Kemarin mimpinya bisa masuk Juli, tapi ternyata kepala dinas, kabid, dan puluhan staf Dinas Perdagangan kena Covid-19," sebut Hendi, sapaannya, Selasa (27/7).

Dia melanjutkan, di masa PPKM sekaligus masih tinggginya kasus Covid-19 di Kota Semarang membuat kegiatan berkumpul tidak diperbolehkan. Koordinasi terkait pemindaan pedagang melalui zoom meeting juga cukup sulit bagi para pedagang.

Akhirnya, Pemerintah Kota Semarang memutuskan untuk menunda rencana tersebut.

"Kami mengalir, kalau Juli tidak bisa, mundur setelah situasinya lebih ringan untuk koordinasi, angka Covid-19 melandai," ucapnya.

Sementara Ketua PPJP Rayon Johar, Surahman memaklumi ditundanya rencana pemindahan.

Pedagang mengikuti keputusan Pemerintah Kota Semarang baik waktu maupun teknis pemindahan.

Pasalnya, berjualan di relokasi atau di Pasar Johar pun sama-sama sepi di tengah kondisi pandemi, apalagi masa PPKM seperti saat ini.

"Waktu tidak masalah, tidak apa-apa. Kami mengikuti saja mau bertahap atau bareng," ucapnya.

Dia meminta, rencana pemindahan itu bisa benar-benar dikoordinasikan dengan baik saat kondisi mulai pulih.

Pemkot diharapkan bisa menampung aspirasi para pedagang, yakni tetap mendapatkan kios sesuai jumlah surat izin yang dimiliki apabila kapasitas pasar memenuhi.

"Itu sudah kami sampaikan ke Pak Wali. Mungkin nanti bisa dirembug yang baik. Kalau tempatnya cukup tidak perlu satu pedagang satu. Kami juga tidak bisa memaksakan jika kapasitas tidak mencukupi. Nanti kita lihat dulu," jelasnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved