Breaking News:

Berita Semarang

Hendi Akan Tutup Sejumlah Tempat Isolasi Jika Kasus Covid-19 Turun 2 Pekan Pasca-Iduladha

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi akan menutup tempat karantina jika kasus Covid-19 di ibu kota Jawa Tengah kian menurun. Dia akan melihat terlebih d

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Warga yang menjalani isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang mengikuti kegiatan olahraga, Minggu (25/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Walikota Semarang, Hendrar Prihadi akan menutup tempat isolasi atau karantina jika kasus Covid-19 di ibu kota Jawa Tengah kian menurun. Dia akan melihat terlebih dahulu tren kasus dua pekan pasca Iduladha.

Kota Semarang memiliki tujuh tempat isolasi terpusat. Saat ini, bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat isolasi memang sudah berkurang yakni 28 persen.

Begitu pula BOR di rumah sakit juga kian menurun yang mana saat ini berada pada angka 56,27 persen.

Namun, keterisian ICU isolasi masih cukup tinggi yaitu 92 persen.

"Kita lihat dua minggu setelah Iduladha. Ini kan masih seminggu lagi. Kalau terus turun, kami akan tutup beberapa tempat karantina untuk pertimbangan efisiensi," papar Hendi, sapaan akrabnya, Selasa (27/7/2021).

Menurut Hendi, ada penurunan yang cukup signifikan selama diterapkan PPKM.

Kasus Covid-19 saat itu meningkat signitikan mulai 26 Mei.

Dari semula 300 kasus bergerak hingga puncak tertinggi 2.400 kasus pada 5 Juli.

Pada saat itu, rumah sakit penuh.

Mobilitas ambulan juga sangat tinggi. Kebutuhan oksigen sangat besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved