Breaking News:

Berita Kendal

Pembangunan Tanggul Sungai Bodri Kendal Bakal Rampung November 2021, Sebelum Musim Hujan

Dinas Pusdataru mengebut pembangunan tanggul Sungai Bodri di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Sejumlah pekerja sedang merangka konttuksi bangunan tanggul beton Sungai Bodri di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Rabu (28/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah mengebut pembangunan tanggul Sungai Bodri di Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Tanggul sepanjang 200 meter itu menjadi perhatian pemerintah Provinsi Jawa Tengah setelah beberapa kali jebol pada musim penghujan dan mengancam masyarakat di sebagian Kecamatan Patebon dan Kota Kendal

Dinas Pusdataru pun menarget pembangunan tanggul Sungai Bodri bisa selesai pada November 2021 sebelum musim hujan tiba.

Kepala Bidang Sungai, Bendungan, Pantai Dinas Pusdataru Jateng, Kunarto mengatakan, pembangunan tanggul sungai Bodri berlangsung sejak Maret hingga pertengahan November dengan menelan anggaran Rp 6,1 miliar.

Sebelum pengerjaan, pihaknya sudah menggandeng mahasiswa Undip melakukan penelitian selama 1 tahun. Penelitian dilakukan untuk menentukan skema kontruksi tanggul yang terbaik agar tidak cepat rusak.

"Penelitian dilakukan dengan mengecek kondisi tanah, praktik ngebor, dan skema kontruksi lainnya. Jadi dibutuhkan kontruksi yang tepat karena tanahnya labil, sering 'ngelorop' saat terjadi banjir dan hujan deras," terangnya saat meninjau lokasi pekerjaan, Rabu (28/7/2021).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono menjelaskan, pembangunan tanggul beton sungai Bodri dilakukan dengan metode pondasi dalam (bore pile).

Sebanyak 52 item pondasi bore pile dirangka menjadi satu kesatuan sebagai penyangga utama tanggul. Nantinya, tanggul beton akan terbangun setinggi 6 meter dari permukaan tanah yang membentang sepanjang 200 meter. 

"Bore pile dibangun sedalam 12 meter. Ini sebagai penyangga utama bangunan tanggul agar tetap kokoh, karena tanah sekitar tanggul bergerak," terangnya.

Sugiono melanjutkan, upaya pembangunan dengan pondasi dalam dimaksudkan sebagai akar bangunan yang ditanam ke bawah. Pihaknya berharap, tanggul beton selesai dibangun sebelum musim penghujan tiba untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kendal, khususnya di wilayah Patebon dan Kota Kendal.

"Kita sudah coba metode ini di pembangunan jalan wilayah Kendal atas beberapa waktu lalu. Sekarang pembangunan (tanggul, red) masih berjalan tinggal 4 bulan lagi. Kita harapkan Oktober bangunan bawah selesai, biar nanti November tinggal finishing," tuturnya. 

Sugiono tak ingin, bencana banjir yang bersumber dari luapan air Sungai Bodri terus terjadi setiap tahunnya. Dengan pembangunan tanggul permanen ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya banjir setiap musim penghujan tiba.

"Titik lemah tanggul ada sekitar 170 meter. Ini yang tanahnya sering 'ngelorop'. Kita antisipasi dengan membangun bore pile agar kontruksi bangunan kuat sepanjang 200 meter. Jadi, jika terjadi banjir tetap akan aman, tidak lagi jebol," ujarnya.

Diketahui pada musim penghujan 2020 lalu, tanggul Sungai Bodri yang berada di Desa Lanji beberapa kali jebol. Luapan air yang masuk ke perkampungan membuat ratusan keluarga sekitar Desa Lanji panik hingga diungsikan. 

Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, tanggul yang terbuat dari bronjong dan tanah itu sempat jebol hingga menyebabkan banjir bandang yang mengancam ribuan masyarakat Patebon dan Kota Kendal. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved