Breaking News:

Wisata Jateng

Pria Pati ini Ubah Limbah Logam Jadi Aneka Aksesoris Interior Estetik Kualitas Ekspor

Benda-benda logam limbah bengkel seperti rantai, pelek, busi, setang piston/seher, kawat, per, mur, dan baut, bisa dia “sulap” menjadi pajangan esteti

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Lilik Teguh Prasetya (52) menunjukkan kerajinan olahan limbah logam Opal Craft di showroom Mahya Craft, Jalan Penjawi nomor 57 Pati, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Lilik Teguh Prasetya (52), warga Desa Pajeksan, Kecamatan Juwana, memanfaatkan aneka limbah besi atau logam menjadi berbagai ornamen aksesoris interior.

Benda-benda logam limbah bengkel seperti rantai, pelek, busi, setang piston/seher, kawat, per, mur, dan baut, bisa dia “sulap” menjadi pajangan estetik berbentuk orang-orangan, kap dan dudukan lampu, miniatur mobil dan motor, miniatur hewan, bahkan papan dan buah catur.

Hasil karya Lilik yang dilabeli “Opal Craft” ini terpajang rapi di showroom Mahya Craft, Jalan Penjawi nomor 57 Pati. Adapun produksinya dilakukan di Jalan Pajeksan nomor 121, Juwana.

Lilik menjelaskan, dia mulai menekuni usaha kerajinan pada 1996 lalu.

Lilik Teguh Prasetya (52) menunjukkan kerajinan olahan limbah logam Opal Craft di showroom Mahya Craft, Jalan Penjawi nomor 57 Pati, Selasa (27/7/2021).
Lilik Teguh Prasetya (52) menunjukkan kerajinan olahan limbah logam Opal Craft di showroom Mahya Craft, Jalan Penjawi nomor 57 Pati, Selasa (27/7/2021). (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)

Sebelum membuat produk daur ulang limbah besi, dia hanya memproduksi kap dan tempat lampu. Baru empat tahun belakangan dia membuat kerajinan daur ulang logam.

“Ide awalnya muncul saat saya lihat banyak barang dari limbah besi tidak terpakai. Kami coba untuk bikin sesuatu yang bernilai tinggi. Di Juwana, di depan rumah kebetulan ada bengkel, limbahnya banyak tidak bermanfaat. Lagipula saya bergerak di bidang kerajinan jadi tidak ada salahnya kami buat sesuatu untuk dekorasi rumah,” kata dia saat diwawancarai Tribunjateng.com di showroom Mahya Craft, Selasa (27/7/2021).

Untuk mendapatkan suplai bahan-bahan limbah logam, Lilik kemudian bekerja sama dengan sejumlah pemulung yang mengumpulkan limbah dari bengkel-bengkel.

Lilik menyebut, ketika awal menekuni kerajinan daur ulang besi, dalam menentukan bentuk ornamen, dia terinspirasi kearifan lokal.

Karena itu dia membuat kreasi orang-orangan berbentuk penjual nasi gandul yang membawa pikulan, penjual dawet, dan sebagainya.

Adapun dalam perkembangannya, pembeli bisa meminta desain sesuai keinginan. Tentu disesuaikan dengan bahan yang ada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved