Breaking News:

Wisata Jateng

Pria Pati ini Ubah Limbah Logam Jadi Aneka Aksesoris Interior Estetik Kualitas Ekspor

Benda-benda logam limbah bengkel seperti rantai, pelek, busi, setang piston/seher, kawat, per, mur, dan baut, bisa dia “sulap” menjadi pajangan esteti

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Lilik Teguh Prasetya (52) menunjukkan kerajinan olahan limbah logam Opal Craft di showroom Mahya Craft, Jalan Penjawi nomor 57 Pati, Selasa (27/7/2021). 

“Kami juga buat kerajinan rajutan kawat. Kebanyakan bentuk-bentuk hewan, di antaranya gajah, macan, kura-kura, ikan, dan bebek. Kalau ukurannya besar, kami juga pakai kawat baru. Kalau yang kecil campuran bahan bekas dan baru,” jelas dia.

Lilik menjual produk-produk kreasinya dengan harga mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, bergantung model dan tingkat kesulitan pembuatannya.

“Kebanyakan orderan datang dari luar Pati. Kami juga suplai ke Yogya, untuk diteruskan ekspor ke Eropa. Selain itu pembeli saya juga dari Bali, Surabaya, Jakarta, dan Jepara,” ungkap dia.

Sebelum pandemi, dengan bantuan 30-an pengrajin, Lilik bisa memproduksi antara 350 sampai 400 buah aksesoris interior dari limbah logam.

Adapun, setelah pandemi, permintaan menurun sampai 70 persen.

Dia pun terpaksa mengurangi pegawai, dan saat ini hanya tersisa 14 orang perajin.

Karena permintaan produk daur ulang menurun, mereka kini lebih banyak memproduksi kap lampu.

Selain itu juga lini kerajinan milik lilik lainnya, yakni batik dengan pewarna alami.

Katalog berikut daftar harga hasil karya Lilik bisa dilihat di akun Instagram @opalcraft atau tautan bit.ly/katalogopal. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved