Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Terus Meningkat, Kebutuhan Oksigen Nyaris 3.000 Ton/hari

Kemenkes mengakui terjadinya kelangkaan oksigen medis dan kenaikan harga perlengkapan pendukungnya.

Editor: Vito
YouTube/Setpres
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui terjadinya kelangkaan oksigen medis dan kenaikan harga perlengkapan pendukungnya.

Kemenkes pun membeberkan sejumlah upaya pemerintah menangani kelangkaan oksigen medis.

"Terkait dengan oksigen kami sudah melakukan langkah-langkah untuk pemenuhan oksigen ini yang memang kebutuhannya sangat drastis peningkatannya," kata Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada wartawan, Selasa (27/7).

Menurut dia, kebutuhan oksigen medis di Indonesia sekitar 400 ton/hari dalam situasi normal.

Namun, saat kasus covid-19 melonjak, kebutuhan oksigen medis per hari mencapai 2.400 ton, bahkan mendekati 3.000 ton per hari.

"Sementara kapasitas industri oksigen kita 1.500 ton per hari," ucapnya.

Nadia menyebut, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah dalam menangani hal itu, meliputi:

1. Membentuk Satgas Oksigen di setiap provinsi yang beranggotakan dari Dinas Perindustrian, Dinas Kesehatan, rumah sakit, produsen dan distributor gas. Satgas Oksigen akan mendata kebutuhan gas dan memonitor suplai gas (oksigen) setiap hari.

2. Mendorong suplai harian oksigen medis di Pulau Jawa melebihi kebutuhan, yaitu lebih dari 2.000 ton/hari dengan memastikan komitmen pemasok existing dan menambah alternatif pasokan oksigen dari BUMN seperti PT Krakatau Steel, PT Petrogas, dan PT Pusri.

3. Memprioritaskan transportasi dan menambah armada (iso tank container) distribusi oksigen medis.

4. Memprioritaskan pengisian oksigen tabung gas (silinder) dibanding oksigen liquid.

5. Penambahan stok tabung gas (silinder) termasuk menambah impor.

6. Konversi produksi oksigen industri ke oksigen medis sampai dengan 80 persen.

7. Optimalisasi kapasitas produksi yang masih idle (saat ini yang idle sekitar 15 persen).

8. Membeli oksigen konsentrator sebanyak 20.000 unit. (dtc)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved