Apa Itu Doping? Ini Alasan Atlet Dilarang Menggunakannya
Apa itu doping? Ini alasan mengapa atlet yang bertanding dilarang menggunakan doping.
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Apa Itu Doping? Ini Alasan Atlet Dilarang Menggunakannya
TRIBUNJATENG.COM - Apa itu doping? Ini alasan mengapa atlet yang bertanding dilarang menggunakan doping.
Gelaran Olimpiade 2020 sedang kini tengah berlangsung di Tokyo, Jepang.
Berita datang dari cabang olahraga angkat besi yakni ifter putri China, Hou Zhihui yang diduga menggunaka doping.
Rumor itu kini ramai dibicarakan setelah pertama kali diberitakan kantor berita India, Asian News International (ANI), pada Senin (26/7/2021).
Hou Zhihui sukses meraih medali emas kelas 49 kg putri Olimpiade Tokyo 2020 pada (24/7/2021).
Hou Zhihui tidak hanya sukses meraih medali emas melainkan juga berhasil memecahkan rekor total angkatan Olimpiade.
Total angkatan Hou Zhihui kala itu mencapai 210 kg dengan rincian 94 kg snatch dan 116 kg clean & jerk.
Hou Zhihui berhak mendapatkan medali emas mengalahkan wakil India, Mirabai Chanu, yang harus puas dengan raihan perak.
Sebaran medali cabor angkat besi kelas 49 kg putri Olimpiade Tokyo 2020 berpotensi berubah setelah Hou Zhihou kini diduga menggunakan doping.
Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dan Interntional Testing Agency (ITA) memang turut andil dalam penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020.
Seluruh atlet peserta Olimpiade Tokyo 2020 wajib lulus tes doping sebelum ataupun sesudah bertanding.
Dikutip dari situs ANI News, Hou Zhihui saat ini sedang dalam pemeriksaan karena dikabarkan ada temuan dalam hasil tes doping pertamanya.
Jika pada akhirnya terbukti positif menggunakan doping, Hou Zhihui dipastikan akan kehilangan medali emas miliknya.
Di sisi lain, medali milik Mirabai Chanu dan Windy Cantika Aisah akan dinaikkan satu tingkat jika Hou Zhihui terbukti melanggar aturan doping.
Mirabai Chanu nantinya akan naik sebagai peraih medai emas sementara Windy Cantika berhak mendapatkan perak.
Apa itu Doping?
Mengutip BBC, doping adalah zat terlarang yang dikonsumsi oleh atlet untuk meningkatkan performanya.
Istilah lain doping adalah Performance Enhancing Drugs (PED) yaitu jenis obat-obatan yang digunakan oleh atlet
untuk meningkatkan kinerja atletik mereka dalam olahraga kompetitif.
Menurut IOC (Komite Olimpiade Internasional) pada 1990, doping adalah upaya meningkatkan prestasi
dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis.
Alasannya terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat performa,
kesamaan kesempatan bagi semua atlet dan efek olahraga "bersih" (bebas doping) yang patut dicontoh dalam kehidupan umum.
Selain obat, bentuk lain dari doping ialah doping darah, baik melalui transfusi darah maupun penggunaan hormon eritropoietin
atau steroid anabolik tetrahidrogestrinon.
Ada beberapa jenis obat-obatan yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA)
yaitu androgens, blood doping, peptide hormones, stimulants, diuretics, narcotics, dan cannabinoids.
Adapun, zat yang paling sering digunakan oleh atlet adalah androgen seperti steroid anabolik.
Zat tersebut memungkinkan seorang atlet untuk bisa berlatih lebih keras, pulih lebih cepat, dan membangun lebih banyak otot.
Namun di lain sisi, penggunaan zat tersebut bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan peningkatan agresi.
Penggunaan doping dilarang karena berdampak negatif bagi karir dan masa depan seorang atlet.
Hal itu dikarenakan, dampak negatif dari penggunaan doping dalam jangka panjang seperti menimbulkan ketergantungan,
rusaknya organ atau saraf pada tubuh, rentan terserang penyakit, hilangnya karir dalam dunia olahraga. (tribunjateng/non)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-olahraga_20161019_193055.jpg)