Breaking News:

Berita Nasional

Bank Dunia: Teknologi Digital di Indonesia Makin Meluas, namun Akses Internet Belum Merata

Teknologi digital kian akrab dalam keseharian kita. Tak hanya kalangan dewasa, peranti gawai atau gadget pun kini sudah familiar bagi anak-anak.

Editor: moh anhar
IST
Suasana saat live streaming di Jakarta, Jumat (25/9),peresmian kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020 yang di hadiri oleh beberapa Menteri 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Teknologi digital kian akrab dalam keseharian kita.

Tak hanya kalangan dewasa, peranti gawai atau gadget pun kini sudah familiar di kalangan anak-anak.

Sayangnya, makin meluasnya penggunaan teknologi digital, keberadaan akses internet ini belum merata di Indonesia.   

Bank Dunia (World Bank) menyebut, kesenjangan digital akan akses internet di Indonesia masih begitu lebar, terbukti sebanyak 49 persen penduduk dewasa di Indonesia masih belum memiliki akses internet.

Masyarakat Indonesia yang berada pada kelompok 10 persen distribusi pendapatan tertinggi memiliki kemungkinan mendapatkan konektivitas lima kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang berada pada kelompok 10 persen distribusi pendapatan terendah.

Baca juga: Kartu Vaksin Kini Jadi Syarat Wajib Mengurus Administrasi Kependudukan? Ini Penjelasan Kemendagri

Baca juga: Pengusaha Kedai Kopi di Purwokerto Bagikan Kopi Susu Gratis, Galang Donasi untuk Korban Covid-19

Baca juga: Aston Inn Pandanaran Semarang Hadirkan Menu Baru, PPKM dan PSBB

Baca juga: Di Bali Puluhan Hotel Dijual karena Terdampak Pandemi Covid-19, Jumlah Tamu Tak Sebanding

"Mungkin ada beberapa masyarakat yang tidak bisa berpartisipasi dalam teknologi digital ini dan mereka bisa tertinggal. Hampir separuh dari masyarakat dewasa di Indonesia tidak bisa mengakses internet. Dan artinya mereka tidak bisa memanfaatkan buah dari teknologi digital ini," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Satu Kahkonen dalam virtual launch Bank Dunia, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (29/7/2021).

Kahkonen menyebut, penyebab utamanya karena akses keterjangkauan yang berbeda antar wilayah, meski investasi swasta dalam infrastruktur mobile broadband telah memperluas akses dan mengurangi biaya internet.

Biaya dan keterjangkauan ini menjadi penghambat penggunaan fixed broadband bagi 44 persen rumah tangga di Indonesia.

Tercatat, hanya 4 persen penduduk Indonesia yang mengakses internet melalui fixed broadband.

Angka ini sekaligus menunjukkan rendahnya penetrasi dibanding negara Asia Tenggara lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved