Breaking News:

Penanganan Corona

Insentif Nakes Belum Dibayar Sejak September 2020, Kini Malah Akan Digunakan untuk Bangun Gedung

Tenaga Kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono dan Nganjuk terancam gigit jari.

Editor: rival al manaf
ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI
Dua orang tenaga kesehatan beristirahat sejenak saat menunggu pasien di ruang isolasi COVID-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jabar, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, NGANJUK - Tenaga Kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono dan Nganjuk terancam gigit jari.

Pasalnya ada rencana insentif mereka yang belum dibayar sejak September 2020 justru akan digunakan untuk membangun dua puskesmas.

Sebanyak 90 persen dana insentif nakes tersebut rencananya dialihkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan (faskes) berupa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Gondang dan Lengkong.

Padahal saat ini dua gedung puskesmas itu masih bagus dan layak.

Baca juga: Nakes Bagi-bagi Surat Bebas Covid-19 Rp 90 Ribu: Kalau Gambar Saya Diviralin Saya Enggak Ikhlas Ya

Baca juga: Nakes dan Pegawai RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Patungan Beli Sembako bagi Warga Terdampak PPKM

Baca juga: Insentif Nakes di Banyumas yang Tangani Covid-19 Akan Dicairkan Minggu Ini

Baca juga: Dinkes Banyumas Menjanjikan Insentif Nakes yang Tangani Covid-19 Mulai Cair Pekan Ini

“Jadi uangnya itu bukan dipotong, tetapi dialihkan anggarannya untuk faskes, pembangunan faskes di dua kecamatan,” jelas Wakil Ketua II DPRD Nganjuk, Raditya Haria Yuangga, dikutip dari Kompas.com, Rabu (28/7/2021).

“Bukan dipotong, tapi dialihkan, berbeda lo. Dipotong sama dialihkan kan berbeda,” lanjut politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut.

Menurut Angga, demikian Raditya Haria Yuangga akrab disapa, keputusan pengalihan dana insentif nakes tersebut diambil pada masa pemerintahan Novi Rahman Hidayat yang kala menjabat sebagai Bupati Nganjuk.

Kini Novi berstatus tersangka dalam perkara korupsi penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Novi menjadi tersangka setelah diciduk KPK pada Minggu (9/5/2021) lalu.

Angga tak tahu alasan Pemkab Nganjuk mengalihkan dana insentif nakes.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved