Breaking News:

Berita Semarang

Jelang Konfercab, Ketua Penggerak NU Kota Semarang Kyai Ali Masadi Usulkan 9 Langkah Perubahan

Menjelang pelaksanaan Konfercab NU Kota Semarang, Ketua Kader Penggerak NU Kota Semarang Kyai Ali Mas'adi membawa visi perubahan.

Penulis: tri_mulyono | Editor: m nur huda
Istimewa/Dok.Pribadi
Ketua Kader Penggerak NU Kota Semarang Kyai Ali Mas'adi (kiri). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Kota Semarang, Ketua Kader Penggerak NU Kota Semarang Kyai Ali Mas'adi membawa visi perubahan.

Perubahan yang dia maksud adalah sembilan langkah memajukan NU Kota Semarang agar pantas disebut sebagai ibukotanya Jawa Tengah.

"Semarang adalah ibukotanya Jawa Tengah. Sudah semestinya NU Kota Semarang menjadi contoh di Jawa Tengah. Kami ingin perubahan. Agar NU di Kota Semarang maju," ujar Ali Masadi di Semarang, Kamis (29/7/2021) sebagaimana keterangan tertuis ke Tribunjateng.com.

Dijelaskan Wakil Ketua PCNU Kota Semarang ini, untuk memajukan NU di Kota Semarang perlu ada gerakan serempak dan terstruktur yang dia namai Sembilan Langkah Perubahan.

Diterangkannya, pertama melibatkan seluruh struktur pengurus di kecamatan yaitu Majelis Wakil Cabang (MWC) dan pengurus Ranting di setiap kelurahan. Serta Pengurus Anak Ranting NU yang berbasis di dusun atau Rukun Warga (RW) atau masjid.

"Konfercab tahun 2001 di Ponpes Athohiriyah diikuti MWC dan Ranting NU. Lalu tiga periode terakhir ini tidak lagi melibatkan ranting. Hanya MWC yang boleh ikut konfercab. Kami akan mengembalikan hak ranting ikut Konfercab. Dan kami akan melibatkan (pengurus) Ranting dalam setiap program kegiatan NU," tutur kyai yang suka berjualan kitab ini.

Baca juga: Jelang Konfercab NU Kota Semarang, LPBH Jateng Dorong Utamakan Jurdil & Hindari Rekayasa

Langkah kedua, lanjut dia, mengisi struktur pengurus cabang mayoritas dari unsur MWC NU.

Tujuannya untuk menampung para kader yang telah terbukti mampu berkhidmah di kecamatan masuk ke tingkat lebih tinggi.

"Kita akan benar-benar mengelola kader terbaik NU. Yang sukses di kecamatan diangkat jadi pengurus cabang. Tentu sesuai keahlian dan kecakapannya," tandas santrinya KH Haris Sodaqoh mantan Rois Syuriah PCNU Kota Semarang ini.

Langkah ketiga, sambung dia, mengalokasikan mayoritas dana PCNU untuk MWC dan Ranting NU.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved