Breaking News:

TRIBUN SEJARAH

Kisah Pelarian Sosok yang Dikagumi Xanana Gusmao, Dari Numpang Truk hingga Pindah-pindah Tempat

Kisah pelarian penyair Wiji Tukul yang diburu rezim Orba, mulai mengembara menumpang mikrolet hingga mendompleng atau nggandul truk.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Putri aktivis yang hilang Wiji Thukul, Fitri Nganthi Wani 

Kisah pelarian penyair Wiji Tukul yang diburu rezim Orba, mulai mengembara menumpang mikrolet hingga mendompleng atau nggandul truk.

Bagaimana kiha panjang jejak persembunyian sosok penyair dari Indonesia yang dikagumi Xanana Gusmao hingga hilang.

Hingga membuat tulisan 'Diburu Para Jenderal' Ini?

Itulah kenangan mendalam pemimpin perjuangan Timor Leste, Xanana Gusmao, yang amat menghormati sosok Wiji Thukul, penyair dan aktivis pro demokrasi Indonesia yang hilang sejak 1998.

Melalui puisi-puisinya, Thukul dianggap berkontribusi dalam perjuangan rakyat Timor Leste medapatkan kemerdekaan.

"Wiji Thukul salah satu sosok yang dihormati oleh Xanana," ujar Nuno Corvelo Laloran dari Associacao Dos Combatentes Da Brigada Negra (ACBN) saat dihubungi Kompas.com pada 2016 silam.

Menurut Nuno, Thukul pun ikut terlibat aktif dalam demonstrasi menuntut proses demokratisasi di Timor Leste.

"Kami memberikan penghargaan kepada Thukul karena dianggap berkontribusi dalam proses perjuangan Timor Leste meraih kemerdekaan," ungkap Nuno.

Nuno menceritakan, pada tanggal 16 Maret 2016, Xanana Gusmao memberikan penghargaan kepada Wiji Thukul karena dianggap berjasa dalam mewujudkan proses demokratisasi di Timor Leste.

Dalam acara penyerahan penghargaan, Fitri Nganthi Wani, putri Wiji Thukul membacakan sajak "Peringatan" karya ayahnya.

Xanana Gusmao terharu saat Wani usai membaca sajak “Peringatan”.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved