Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Lansia Ini Lama Rencanakan Pembunuhan Istrinya, Tunggu Rumah Sepi Lalu Berakting Minta Tolong Warga

Dia menyiapkan skenario pembunuhan tersebut jauh-jauh gari sebelumnya. Abdul harus menunggu rumah sepi

Editor: muslimah
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Pelaku pembunuhan seorang perempuan di Jalan Kelapa Puan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang pria lansia bernama Abdul Rahman (66)  mengahabisi nyawa istrinya, Maysuroh (60).

Dia menyiapkan skenario pembunuhan tersebut jauh-jauh gari sebelumnya.

Abdul harus menunggu rumah sepi

Ilustrasi tewas.(Shutterstock)
Ilustrasi tewas.(Shutterstock) ()

Aksi nekat itu dilakukan Abdul lantaran rasa cemburu kepada sang istri.

Sudah 5 tahun, Abdul memendam perasaan cemburu kepada sang istri.

Diakui Abdul, ia sering memergoki istrinya bermesraan dengan sejumlah pria.

"Adapun motifnya dari keteramgan tersangka adalah cemburu terhadap istrinya karena beberapa kali ditemui terlihat mesra dengan seseorang atau beberapa orang," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah saat merilis kasus ini di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Kronologi Ketua MUI Labura Dibacok hingga Meninggal, Pelaku Tak Terima Dinasihati Berhenti Mencuri

Baca juga: Pria Asal Lampung Tewas Dalam Kamar Hotel di Baturraden Banyumas, Ditemukan Sejumlah Jenis Obat

Abdul mengatakan istrinya memiliki hubungan dengan beberapa pria.

Motif itu membuat Abdul nekat mencari cara untuk menghabisi nyawa istrinya.

"Istrinya punya hubungan yang lama dengan beberapa orang, namun dia mencari kesempatan untuk eksekusi," sambung Azis.

Pembunuhan ini sudah direncanakan Abdul. Abdul tinggal bersama istri, anak, dan menantunya di Jalan Kelapa Puan, Jagakarsa Jakarta Selatan.

Abdul mencari waktu tepat untuk melakukan aksi nekatnya.

"Kebetulan tersangka dan korban masih tinggal bersama dengan beberapa anak dan mantu. Jadi dia mencari waktu," tutur Azis.

Di hari kejadian pada Selasa (27/7/2021) sekitar pukul 13.30 WIB, Abdul menunggu kondisi rumah sepi kala anak dan menantunya pergi.

Saat anak dan menantunya keluar rumah, Abdul langsung melakukan aksi jahatnya.

"Dia (Abdul Rahman) menunggu anaknya keluar rumah kemudian baru melakukan aksinya," ujar Azis.

Singkat cerita, Abdul berhasil menghabisi nyawa istrinya.

Untuk menghilangkan jejak, Abdul pura-pura meminta tolong warga untuk membangunkan istrinya.

Hal itu diungkapkan seorang saksi bernama Budi Harsono (46), orang yang dimintakan tolong oleh pelaku.

Dikatakan Budi, Abdul meminta tolong padanya dengan suara kurang jelas lantaran penyakit yang dideritanya.

"Dia (pelaku) minta tolong ke sini. Ngomongnya nggak jelas karena dia kan punya penyakit stroke," kata Budi saat ditemui di lokasi, Selasa (27/7/2021).

Mendengar hal itu, Budi dan kakak iparnya langsung masuk ke dalam kamar korban.

Ketika itu, kondisi tubuh korban dalam posisi tertelungkup ke arah kiri dan sudah bersimbah darah.

Melihat hal tersebut, Budi tak berani memegang korban.

"Abang ipar nggak berani megang karena sudah banyak darah di tangan, kepala, sama di bantal,"

"Terus saya mastiin lagi, saya lihat juga banyak darah. Yang paling banyak darah di kepala," ujar Budi.

Pelaku pembunuhan seorang perempuan di Jalan Kelapa Puan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2021).
Pelaku pembunuhan seorang perempuan di Jalan Kelapa Puan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2021). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Merasa ada yang janggal, Budi dan kakak iparnya melaporkan hal itu kepada ketua RT setempat, yang kemudian diteruskan ke menantu korban. 

Ketika ditanyai warga, Abdul mengaku dirinya mengabisi nyawa istrinya.

"Pas dikumpulin ramai-ramai, baru dia ngaku. Tapi tadi ditanya jawabannya masih berubah-ubah terus," ucapnya.

Selain itu, Budi mengaku sempat melihat linggis di kamar korban yang diduga menjadi tempat pembunuhan.

"Di situ (kamar korban) ada linggis, ada darahnya juga," kata Budi saat ditemui di lokasi.

Meski demikian, Budi mengaku tidak mengetahui apakah linggis tersebut yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.

"Kalau itu saya kurang tahu, yang pasti saya cuma lihat ada linggis," ujar dia.

Terancam hukuman mati

Pria lansia ini kini terancam hukuman mati akibat aksi yang dilakukannya.

"Dugaan pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 44 ayat 3 tahun 2003 tentang KDRT dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan pasal 338 KUHP pembunuhan," kata Azis.

"Ancamannya hukuman mati seumur hidup atau paling lama 20 tahun," sambungnya.

Abdul ditetapkan tersangka oleh polisi setelah diperiksa 1x24 jam.

"Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Azis.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Skenario Lansia Habisi Istri Karena Cemburu, Tunggu Rumah Sepi Lalu Pura-pura Minta Tolong Warga

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved