Berita Cilacap

Terpidana Mati Lapas Nusakambangan Belum Sempat Dieksekusi Malah Tewas Karena Virus Corona

Seorang terpidana mati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pulau Nusakambangan meninggal positif Covid-19.

Editor: rival al manaf
GOOGLE
Inilah Virus Corona, dari Penyebab, Gejala, Pencegahan hingga Belum Ditemukan Obat 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Seorang terpidana mati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pulau Nusakambangan meninggal positif Covid-19.

Ia lebih dahulu direnggut nyawanya oleh virus corona, daripada eksekusi hukuman pidana.

Selain napi tersebut total ada 305 pengguni Lapas Nusakambangan yang terpapar virus corona.

Baca juga: Ratusan Napi Lapas Nusakambangan Cilacap Positif Covid-19, 1 Terpidana Mati Terpapar Lalu Meninggal

Baca juga: Cara Merawat Pasien Isolasi Mandiri di Rumah Agar Terhindar dari Penularan Virus Corona

Baca juga: Over Kapasitas, Lapas Semarang Pindahkan 58 Napi ke Beberapa Lapas di Jateng dan Nusakambangan

Sejak Maret 2021, ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terpapar Covid-19.

Pada Maret 2021, ada sebanyak 305 penghuni yang positif Covid-19. Mereka terdiri atas 295 orang narapidana (napi), 11 orang pegawai lapas, dan tiga orang alumni Sekolah Kedinasan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) angkatan 51.

Beberapa bulan kemudian, satu terpidana mati kasus pembunuhan yang mendekam di Lapas Pemisan meninggal dunia akibat Covid-19 pada Senin (26/7/2021)

Ia meninggal di setelah menjalani perawatan di RSUD Cilacap .

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Lapas Kelas I Batu sekaligus Koordinator Lapas se-Nusakambangan, Jalu Yuswa Panjang.

"Ada satu napi asal Jakarta yang sudah lama menghuni Lapas Permisan meninggal dunia karena Covid-19. Yang bersangkutan terpidana mati kasus pembunuhan" kata Jalu saat dihubungi, Rabu (28/7/2021).

Sementara itu 3 napi Lapas Permisan menjalani isolasi di RSUD Cilacap dan 180 napi lainnya menjalani isolasi di dalam Lapas Permisan.

Diduga, penyebaran Covid-19 di Lapas Permisan berawal dari petugas lapas yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Total ada 18 petugas di Lapas Pemisan yang positif dan mereka menjalani isolasi mandiri di Cilacap.

Selain di Lapas Permisan, sejumlah napi di Lapas Besi juga terpapar Covid-19. Mereka tanpa gejala dan kondisinya berangsur membaik dan hampir selesai masa karantina.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilacap dr Pramesti Griana Dewi menjelaskan, penyebaran Covid-19 di Pulau Nusakambangan kali pertama diketahui dari tiga orang alumni Poltekip angkatan 51 yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 1 Maret 2021. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved