Breaking News:

Berita Salatiga

Cerita Pak Budi di Salatiga, Tiap Hari Kirim Ribuan Botol Probiotik untuk Tim Medis Covid-19

Budi meyakini, apabila warga desa mampu mengolah sumber bahan probiotik secara mandiri, selanjutnya mereka paham melawan Covid-19 dengan imunitas

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muslimah
TribunJateng.com/M Nafiul Haris
Seorang relawan sedang memasukkan cairan probiotik ke botol kemasan tetes di PT Synthesa Herba Salatiga, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pandemi virus Corona (Covid-19) yang tidak kunjung selesai bahkan dampaknya kian meluas akibat munculnya varian baru membuat Ahmad Budiharjo (66) warga Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, turut prihatin kemudian tergerak.

Pak Budi begitu banyak orang biasa menyapa, yang sejak tahun 1983 sudah menekuni probiotik atau bakteri baik lantas membuat suplemen khusus sebagai alternatif melawan wabah dengan nama 'Immunity Platinum'.

Suplemen buatannya itu, tidak untuk dikonsumsi sendiri melainkan dibagikan secara gratis kepada para tenaga kesehatan (nakes) atau tim medis yang menangani pasien Covid-19.

Budi mengatakan, sebagai warga negara ditengah situasi sulit tidak boleh hanya bergantung pada pemerintah tetapi jika memiliki kesempatan lebih baik melakukan hal positif yang membantu.

"Itu kira-kira awalnya, karena saya melihat banyak nakes mulai tumbang. Dan produk yang saya buat ini simbiotik dan probiotik dimana fungsinya imunomodulator, karena musuh virus itu ya prokes dan imunitas tubuh," terangnya kepada Tribunjateng.com, di rumahnya, Jumat (30/7/2021)

Menurutnya, pandemi Covid-19 merupakan masalah bersama tidak hanya Indonesia tetapi dunia. Sehingga, selayaknya setiap anak bangsa saling bergotong royong berbuat semampunya.

Ia menambahkan, bantuan dalam bentuk suplemen probiotik kepada para nakes ini telah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19 baik untuk medis di rumah sakit maupun Puskesmas.

"Setiap hari kami produksi 3.500 botol suplemen probiotik kemasan 30 dan 10 mililiter untuk dibagikan secara gratis. Semua dibuat dengan proses fermentasi dari bahan-bahan alami seperti kacang hijau, kedelai, nanas, madu, kurma, beras hitam total 17 bahan," katanya

Dia menerangkan, suplemen itu juga aman untuk dikonsumsi masyarakat atau pasien Covid-19 yang memiliki komorbit. Sampai sejauh ini lanjutnya, total ada sekira 130 rumah sakit dan 700 Puskesmas di seluruh Indonesia dikirim bantuan.

Pihaknya mengungkapkan, apabila diakumulasi sejak masa awal Covid-19 sampai sekarang telah ada sekira satu juta botol dibagikan baik sasaran nakes maupun masyarakat umum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved