Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Khotbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Melatih Kesabaran Diri

Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Melatih Kesabaran Diri yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.

Tayang:
MOSLEMWORLD
Khutbah Jumat Singkat Melatih Kesabaran Diri 

Klik di Sini untuk Membaca Berita Lainnya tentang Kumpulan Materi Khutbah

TRIBUNJATENG.COM - Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Melatih Kesabaran Diri.

Sudah jadi kewajiban muslim laki-laki melaksanakan ibadah salat jumat.

Hari ini merupakan Jumat terakhir di bulan Juli 2021.

Bagi muslim, jumat memiliki beragam keistimewaan berujung limpahan pahala.

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat, Makna Spiritual Ibadah Haji

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Hikmah Zulhijah

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Akidah dalam Mendidik Anak

Baca juga: Khutbah Idul Adha: Berkurban Memperkuat Hakikat Kemanusiaan

Satu dari sekian amalan berpahala hari Jumat ialah mendengarkan khutbah jumat singkat.

Selain berpahala, mendengarkan khutbah jumat juga dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selengkapnya simak khutbah jumat singkat yang dikutip dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّهِ الَّذِى جَعَلَ الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنـًـا أَشْهَـدُ أَنْ لَا ِالَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ جَـعَـلَ حَجَّ اْلبَيْتِ مِنَ الشَّرِيْعَةِ رُكْنًا وَصَرَّفَ وُجُوْهَنَا اِلىَ قِبْلتَِهِ فَكاَنَ مِنْ نِعْمَتِهِ اْلعُظْمَى وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ خَيْرُ مَنْ طَافَ بِاْلبَيْتِ الْعَتِيْقِ ذَاكِرًا أَسْمَاءَ رَبِّهِ الْحُسْنَى اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَ شَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ اِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ أَمَّا بَعْـدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَهِيَ نِعْمَةُ العُدَّةِ لِيَوْمِ اْلمِيْعَــادِ قال الله تعالى في القرأن العظيم

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara melakukan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Karena sesungguhnya ketakwaan adalah bekal kehidupan paling utama.

Tidak hanya sekedar bekal kehidupan di dunia tetapi bekal setelah kita mati nanti.

Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah marilah kita selalu melaksanakan perintah-perintahNya dan berupaya sekuat tenaga menjauhi larangan-larangan-Nya.

Jangan sampai kita terseret pada arus fitnah yang saat ini sedang marak terjadi dan jangan terprovokasi situasi yang mengarah pada persoalan kurang kondusif ini.

Marilah kita kembali pada pedoman kitab suci kita Al Qur’anul Karim, karena Alquran adalah petunjuk bagi orang-orang bertakwa.

Allah SWT berfirman sebagaimana termaktub di dalam Surat Al Kahfi ayat 28.

Surat ini supaya kita mampu menempatkan diri dengan baik maka kita diperintahkan untuk bersabar.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

"Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."

Ayat ini diturunkan Allah SWT ketika orang-orang kafir Madinah mengumumkan bahwa nabi dalam rangka memberikan penyuluhan atau pengajian supaya mereka dipisahkan dari kaum muslimin, dimana saat itu kebanyakan penghuni emper-emper masjid yang berjumlah kurang lebih 700 orang.

Mereka adalah fuqoro' wal masakin dari kelompok muslim.

Orang-orang kafir merasa terhina manakala dikumpulkan bersama orang-orang muslim yang miskin sehingga mereka menghendaki agar dipisahkan.

Di satu sisi Rasulullah menyampaikan dakwah kepada fakir miskin dan di sisi lain beliau menyampaikan dakwah kepada kaum terhormat tersebut.

Ketika ada tawaran ini maka Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk bersabar dan senantiasa memohon ke hadirat Allah SWT dalam rangka memperoleh rida-Nya.

Disamping itu ayat ini menegaskan bahwa sebagai muslim ketika ada pilihan lebih menguntungkan, maka Allah menyuruh kita supaya tetap bersabar terutama orang-orang yang senantiasa memohon kepada Allah semata-mata karena rida-Nya.

Bahkan lebih ditegaskan lagi jangan sekali-kali engkau memalingkan kedua mata kamu (Muhammad) dari mereka.

Jika kita berpaling dari fuqoro dan masaakin, padahal mereka tulus dalam berdoa.

Dalam hal ini Nabi diwarning oleh Allah SWT untuk tidak meninggalkan atau memalingkan diri dari orang-orang yang tulus dalam beribadah kepada-Nya.

Di sini sangat jelas sekali bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk hidup istikamah dan tetap dalam barisan orang-orang yang senantiasa ingat kepada Allah baik di siang maupun malam hari, di mana mereka berzikir dan berdoa hanya karena Allah.

Bahkan pada ayat di atas juga ditegaskan, 'dan jangan sekali-kali kalian taat kepada orang yang telah dilupakan hatinya dari mengingat Allah'.

Orang yang demikian ini hidupnya selalu mengikuti hawa nafsu pribadi, hal ini karena sikap dan perbuatan mereka jauh dari kebenaran.

Oleh karenanya, marilah kita bersama-sama selalu dekat dengan orang yang memiliki kurbah (kedekatan) dengan Allah SWT yakni orang-orang yang senantiasa taat dalam menjalankan ibadah.

Disamping itu mari kita renungkan ayat Allah yang mengangkat tema tentang ciri-ciri orang beriman.

"(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."

Dalam ayat ini Allah memberikan i’tibar bahwa orang-orang yang beriman paling tidak harus memiliki beberapa indikator, antara lain:

1) Mampu berbagi kebahagiaan di waktu lapang maupun sempit.

Orang beriman adalah mereka yang mampu melahirkan 'social cospority' (kesejahteraan sosial) yakni tidak egois, tetapi memikirkan tentang lingkungannya.

2) Mampu menahan amarah, karena marah adalah sesuatu yang menjadi transportasi setan.

Rasulullah SAW menyatakan bahwa ketika seseorang sedang marah maka akalnya akan hilang karena dipermainkan oleh setan sebagaimana seorang anak kecil memainkan bola.

Oleh karena itu sebagai orang beriman harus memiliki kematangan dalam mengontrol emosi dan amarah.

Jangan sedikit-sedikit marah tetapi sikap amarah yang ada pada diri kita harus mampu kita kelola secara maksimal agar tidak muncul.

3) Mudah memberikan maaf pada orang lain.

Kemampuan untuk memberikan maaf kepada orang lain tidaklah mudah, karena dibutuhkan keluhuran dan kerendahan hati.

Oleh karenanya Allah menyuruh kita agar mampu memberikan maaf kepada siapapun yang pernah berbuat salah kepada kita.
Dengan menahan marah kedamaian hidup akan kita dapatkan dan dengan kemampuan untuk memberikan maaf maka akan terjadi pola hubungan kondusif, di mana satu dengan lain tidak saling curiga tetapi justru saling bahu membahu dengan melakukan aktivitas dan kegiatan secara sinergis.

Oleh karena itu, mari kita renungkan ayat di atas tidak hanya sepotong-sepotong, tetapi mari terus kita pelajari secara utuh sehingga Islam yang kita peluk ini betul-betul 'ya’lu wala yu’la alaih'.

Semua orang mengakui dan angkat jempol lantaran nilai Islam betul-betul melebihi sebagaimana yang diusung oleh ideologi-ideologi lain.

Tentunya hal ini membutuhkan perjuangan batin kita secara maksimal dan mengontrol emosi dengan cara mengendalikan dengan hikmah. Hikmah akan muncul manakala akal kita dibimbing dengan menekuni agama yang kita peluk ini.

Marilah kita wujudkan kedamaian dan perdamaian karena Islam adalah agama damai dan selalu menebar keselamatan dengan kalimat 'Assalamu ‘alaikum', yakni mendoakan agar orang lain selamat.

Di samping itu, mari kita bersikap dewasa dalam menghadapi setiap persoalan, karena dengan sikap ini maka orang lain akan merasa takluk, dalam arti orang lain akan memberikan apresiasi lantaran Islam adalah agama lurus dan benar.

Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan kepada kita semua sehingga kita betul-betul menjadi 'khaira ummah' yang mampu mengapresiasi dan berperilaku secara baik.

Aamin ya mujibas saa‘iliin.

Khutbah II

بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايت والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم.

واستغفرالله العظيم لى ولكم ولوالدى ولوالد يكم ولسائرالمسلمين والمسلمات فاستغفروه فيا فوزالمستغفرين ويا نجاة التا ئبين

Demikian materi khutbah jumat singkat, semoga bermanfaat.

(*)

Klik di Sini untuk Membaca Berita Lainnya tentang Kumpulan Materi Khutbah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved