Breaking News:

Berita Pekalongan

Tren Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan Alami Penurunan

Penanganan Covid-19 di Kota Pekalongan menunjukkan perkembangan ke arah positif.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Penanganan Covid-19 di Kota Pekalongan menunjukkan perkembangan ke arah positif.

Tren kasus Covid-19 di Kota Batik tersebut terpantau mulai turun. Kondisi tersebut dinilai memiliki korelasi dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dan PPKM Level 4.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menjelaskan, bahwa sejak diberlakukan PPKM Level 4, pergerakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan mengalami tren penurunan.

"Kondisi perkembangan kasus Covid di Kota Pekalongan selama pemberlakuan PPKM Level 4 sampai saat ini masih berjalan, alhamdulillah sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan dan tren kasus sudah semakin menurun," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Jum'at (30/7/2021).

Menurut Aaf, sapaan akrab Wali Kota Pekalongan penurunan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan itu antara lain ditunjukkan dari hasil testing swab antigen secara massal terhadap warga di kawasan Monumen Juang Kota Pekalongan yang rutin dilaksanakan dalam sepekan terakhir.

"Kondisi perkembangan kasus Covid di Kota Pekalongan selama pemberlakuan PPKM darurat dan PPKM Level 4 yang sampai saat ini masih berjalan, Alhamdulillah sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan, tren kasus sudah semakin menurun."

"Bahkan, kami rutin melakukan testing swab antigen di Monumen Juang dalam seminggu terakhir ini, hampir semua warga yang terjaring hasilnya negatif. Misalnya, saja dua hari yang lalu, ada 191 orang masyarakat yang di test hasilnya negatif semua, hari sebelumnya ada 300 orang yang di test hanya ada 5 yang positif," ujarnya.

Wali Kota berharap dengan ihtiar PPKM dan serbuan vaksin yang akan terus digencarkan bisa membuahkan hasil yang diharapkan yakni kasus Covid-19 di Pekalongan semakin landai.

"Saya juga berpesan kepada masyarakat agar saling bekerjasama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat demi memutus mata rantai penularan virus corona," tambahnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved