Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Bayi 1,5 Tahun Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Bayi berumur 1,5 tahun di Dukuh Pucang RT 25, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen meninggal dunia akibat covid-19.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN –  Berikut ini video Bayi 1,5 Tahun Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Bayi berumur 1,5 tahun di Dukuh Pucang RT 25, Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen meninggal dunia akibat terpapar Corona Virus Disease (Covid-19).

Bayi perempuan tersebut ialah Arsyila Darda Nugraha anak kedua dari pasangan Priyanto Dwi Nugroho (43) dan Dewi Rahayu (32).

Almarhumah meninggal dunia, Kamis (29/7/2021) sore dan dikuburkan malam harinya.

Sebelumnya, bayi tersebut telah sakit sakit, batuk, pilek, panas selama dua minggu.

Orangtua korban sudah melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis anak sebanyak tiga kali.

Namun dua hari sebelum meninggal dunia, pada bagian tengkuk leher bayi panas sehingga orangtua Arsyila tidak berani memberikan obat kepada anaknya.

Selang beberapa waktu, Arsyila lemas dan dilarikan ke Puskesmas Sambungmacan.

Malang, ketika dalam perjalanan Arsyila meninggal dunia.

Setiba di puskesmas, pada Arsyila dilakukan pengecekan swab antigen dengan hasil reaktif.

Jenazah Arsyila kemudian dilarikan ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro untuk dilakukan pemulasaran.

Nenek Positif Covid-19

Usai warganya meninggal dunia, pihak desa akhirnya melakukan tracing kepada keluarga satu rumah dan beberapa tetangga korban.

Dari 14 orang yang di swab antigen, tiga dinyatakan positif Covid-19.

"Paginya kami langsung melakukan tracing kepada keluarga dan tetangga. Ternyata kakek nenek dan simbah buyut hasilnya reaktif Covid-19," kata Kepala Desa Bedoro, Pri Hartono kepada Tribunjateng.com.

Perlu diketahui, dalam satu rumah tersebut terdapat tujuh orang.

Simbah buyut, kakek dan nenek, orangtua korban dan satu anak laki-laki.

Kakek Arsyila merupakan ketua RT setempat.

Kedua orangtua Arsyila dinyatakan non reaktif.

Ayah Arsyila bekerja du bidang pelayaran, sementara sang ibu berprofesi sebagai guru.

Hartono menduga, sang bayi sering diasuh neneknya.

Kerabat Isoman

Hartono melanjutkan saudara ayah korban ada yang melakukan isolasi mandiri (Isoman di rumah).

Kendati demikian, Hartono tidak mengetahui almarhumah tertular darimana.

"Saudara sang ayah ada yang melakukan Isoman dirumah. Tapi tertular dari mana kami tidak tau. Nanti yang terkonfirmasi Covid-19 akan melakukan Isoman dirumah," lanjut Hartono.

Mereka akan menempati satu rumah yang berada di dekat rumah korban untuk Isoman.

Hartono melanjutkan seluruh kebutuhan warga yang Isoman akan dipenuhi.

Mulai dari makan, vitamin hingga obat serta jatah hidup (Jadup) berupa sembako yang akan diserahkan kepada keluarga yang menjalani karantina.

"Kami beri vitamin kepada mereka yang terkena tracing, yang isoman dirumah kami beri makan siang dan sore diberikan jadup dan obat-obatan," ungkapnya.

Usai melakukan tracing, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan kepada rumah dan sekitaran rumah korban.

Dari insiden ini, pihaknya meminta kepada seluruh warga agar lebih berhati-hati kedepannya. Tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap waspada. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved