Breaking News:

Berita Kudus

Warga Terdampak PPKM di Ploso Kudus dapat Paket Sayuran dari Sesama Warga

Bantuan yang disalurkan itu berasal dari sesama warga, pemerintah desa hanya menyalurkan

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus menyalurkan bantuan berupa paket sayuran dan tahu tempe kepada warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bantuan yang disalurkan itu berasal dari sesama warga, pemerintah desa hanya menyalurkan.

"Ini berbagi sayur dan tahu tempe yang sumbernya dari warga Paguyuban Pasar Bitingan dan paguyuban usaha tahu tempe di Desa Ploso," kata Kepala Desa Ploso, Mas'ud di sela-sela menyerahkan paket bantuan, Jumat (30/7/2021).

Mas'ud ditemani sejumlah perangkat desa lainnya menyusuri jalan kampung menuju rumah warga penerima bantuan sayur. Ada sekitar 50 paket sayur dan tahu tempe yang dibagikan.

"Kalau bantuan sayur dan tahu tempe ini baru yang pertama. Kalau bantuan lainnya sudah beberapa kali. Baru kali ini yang paling terbanyak. Kemarin juga ada bantuan dari pemerintah berupa beras, terus ada dari pihak swasta," kata dia.

Untuk bantuan paket sayur ini sasarannya adalah warga terdampak PPKM yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Ke depan, Mas'ud akan terus memantau warganya. Dia akan mengecek siapa yang terdampak dan belum mendapat bantuan dari pemerintah.

"Alhamdulillah sesama warga mau sumbangsih untuk warga Ploso yang belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah," ujar dia.

Satu di antara warga penerima bantuan paket sayuran adalah Edi Lukito. Bantuan tersebut setidaknya bisa meringankannya.

Lelaki yang biasa jualan bubur sum-sum di Pasar Bitingan itu sangat terpukul atas Covid-19 mewabah di Tanah Air sejak 2020. Ditambah saat ini adanya kebijakan PPKM, yang biasanya dia mampu menjual satu ompreng bubur kini hanya mampu jualan satu ompreng.

"Mulai terdampak mulai 2020 bulan April Mei. Sampai ompreng dibawa Satpol PP di pasar. Ini banyak lampu mati, bakul (pedagang) pada tidak berangkat. Jadi (penghasilan) berkurang," katanya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved