Breaking News:

Peparnas di Papua

Banyu Senang Akhirnya Dapat Kesempatan Divaksin, untuk Persiapan Peparnas di Papua

Diselenggarakannya vaksinasi massal bagi penyandang disabilitas disambut baik satu di antaranya oleh Atlet Difabel Tenis Meja Nasional Asal Kabupaten

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Catur waskito Edy
desta leila
Atlet Difabel Tenis Meja Nasional Asal Kabupaten Tegal Banyu Tri Mulyo, saat sedang disuntik vaksin oleh petugas kesehatan berlokasi di gedung Difabel Slawi Mandiri, Kemayaran, Tembok Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Sabtu (31/7/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Diselenggarakannya vaksinasi massal bagi penyandang disabilitas disambut baik satu di antaranya oleh Atlet Difabel Tenis Meja Nasional Asal Kabupaten Tegal Banyu Tri Mulyo

Atlet berusia 25 tahun ini sangat antusias karena mengaku baru kali pertama mendapat kesempatan untuk divaksin dan memang sedang menunggu giliran.

"Program vaksinasi massal ini menurut saya sangat bagus terlebih bagi kami penyandang disabilitas, karena banyak yang belum terdata untuk melakukan vaksin. Alhamdulillah saya pribadi sangat merasa terbantu," kata Banyu, pada Tribunjateng.com, Sabtu (31/7/2021). 

Berprofesi sebagai atlet di cabang olahraga Tenis Meja khusus difabel, Banyu mengaku sudah bergabung di Timnas Indonesia sejak tahun 2012 sampai sekarang. 

Namun untuk menjadi atlet atau menggeluti dunia tenis meja sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). 

"Ya vaksinasi selain untuk keamanan diri sendiri dari virus Covid-19, juga persiapan untuk pertandingan Peparnas November nanti di Papua. Saya belum tahu apakah untuk pertandingan saat ini ada syarat vaksin atau tidak, tapi ya untuk persiapan saja," ungkapnya. 

Sesuai keterangan yang dikutip dari sumber Wikipedia, Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia.

Perbedaan PON dan Peparnas terletak pada pembagian kelas dan teknis pertandingan, dimana atlet dikelompokkan berdasarkan kondisi fisiknya.

Sementara itu, ditanya mengenai prestasi apa saja yang sudah diraih, Banyu dengan bangga menyebutkan satu per satu prestasi yang ia raih sejauh ini.

Di antaranya mendapat medali emas di Sea Games 2015 dan 2017, medali emas pertandingan tahun 2017 di Dubai, Asian Games di Indonesia dapat medali perak, dan lainnya pertandingan event tertentu meraih medali perak dan perunggu.

"Perhatian dari pemerintah daerah dan pusat sangat baik, karena atlet yang berhasil mendapat medali langsung diangkat menjadi CPNS di kantor Kemenpora RI. Seperti saya juga alhamdulillah sudah menjadi CPNS di Kemenpora pusat sejak tahun 2019," ungkapnya.

Banyu bercerita, di Kemenpora teman-teman atlet yang diangkat menjadi CPNS bekerja secara fungsional dan disebar ke daerah asal masing-masing.

Di daerah, mereka ditugaskan untuk mengajar anak-anak sesuai bidang olahraga atau keahlian masing-masing.

"Saya asli warga Kabupaten Tegal tepatnya di Desa Dukuh Salam Kecamatan Slawi. Saya sudah setahun ini tidak bertanding dan mulai lagi di Papua November nanti, sedangkan untuk yang tingkat internasional belum tahu kapan. Untuk pertandingan November nanti saya mewakili Jawa Tengah," tandasnya. (dta)

Sosok Muamar Qadafi, Pelatih dari Solo yang Sukses Hantar Kevin Cordon Cetak Sejarah Olimpiade Tokyo

Baca juga: Arya Saloka Beberkan Hal yang Buatnya Yakin Menikahi Putri Anne

Baca juga: Forum Kampus Meiliana : Ancaman Ganda Gula di Masa Pandemi

Baca juga: Dongeng Kambing Kecil Pak Seguin

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved