Breaking News:

Berita Pendidikan

Dr Aqua Dwipayana: Pemuda Bertindak Kreatif Selama Pandemi Bisa Dimulai dari Komunikasi Positif

Unit Kegiatan mahasiswa Yonmenwa B-920/Jayastambha Universitas Pendidikan Ganesha (Undhiksa), Singaraja, Bali,  melakukan kegiatan webinar nasional.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana mengisi kegiatan Unit Kegiatan mahasiswa Yonmenwa B-920/Jayastambha Universitas Pendidikan Ganesha (Undhiksa), Singaraja, Bali, berupa webinar nasional bertema Pandemi, Pemuda Harus Bagaimana? 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Unit Kegiatan mahasiswa Yonmenwa B-920/Jayastambha Universitas Pendidikan Ganesha (Undhiksa), Singaraja, Bali,  melakukan kegiatan webinar nasional bertema Pandemi, Pemuda Harus Bagaimana? , Sabtu (31/7/2021).

Dalam webinar tersebut menghadirkan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dan narasumber Guru Besar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha yang juga Warek II Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd yang diikuti oleh ratusan mahasiswa Undhiksa.

Dr Aqua Dwipayana  menegaskan, ada tiga hal mendasar yang harus dilakukan pemuda di tengah pandemi meliputi berusaha secara maksimal hati bersih. Hal ini penting untuk mendorong usaha positif. Kedua, berusaha melakukan komunikasi yang positif lantaran ciri-ciri pemuda sukses selalu menyampaikan kalimat atau diksi yang menyejukan, dan memotiviasi serta ketiga harus berpikir positif.

Semua pemuda harus berkontribusi nyata dalam pandemi Covid-19 baik tenaga, pikiran, dan dana. Besar kecilnya kontribusi pemuda dalam penanganan pandemi tak penting yang penting dilakukan secara konsisten dalam berkontribusi.

“Pandemi menjadi momentum yang luar biasa bagi pemuda termasuk di Undhiksa untuk melakukan terbaik bagi diri sendiri dan lingkungan. Paling penting perbuatan kita harus diniatkan dengan ibadah,” terangnya.

Dia menceritakan kepada ratusan pemuda yang mengikuti zoom tersebut, ketika di tengah pandemi yang memaksa berdiam di rumah ternyata dapat terus produktif dengan memanfaatkan media sosial dengan menggalang  dana pandemi hingga miliaran rupiah.

Ia menyampaikan, pemuda dapat melakukan hal itu namun tak harus muluk-muluk cukup mengoptimalkan dirinya sendiri. “Poin pentingnya harus hati bersih, komunikasi baik, pikiran positif dan konsisten melakukannya,” terangnya.

Sementara itu, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. menuturkan, pemuda ketika pandemi ini jangan hanya nyinyir terhadap pemerintah lantaran tak mudah melawan kondisi pandemi seperti sekarang ini yang tak bisa diprediksi siapapun.

Pemuda juga tak hanya menggantungkan diri  kepada pemerintah namun harus ikut berbuat sesuatu. “Minimal berbuat untuk diri sendiri jika memungkinkan berbuat untuk orang lain sebab pandemi sudah menyerang ke segala sektor,” jelasnya.

Dia menyebut, pemuda dalam pusara pandemi setidaknya melakukan beberapa hal mulai dari kuatkan iman dan imun agar mampu mengambil peran nyata dalam penanganan pandemi Covis-19.  Berinovasi dan kembangkan kreativitas untuk membantu diri dan lingkungan sekitar.

Berikutnya lakukan tindakan nyata, mulailah hal-hal kecil untuk percepatan penangan pandemi Covid-19.  Jadilah influencer bagi kesadaran masyarakat tentang pentingnya penaatan prokes dan betapa bahayanya pandemi.

Jadilah role model ketaatan terhadap kebijakan pemerintah dan menebar benih baik di lingkungan sekitar sekaligus jadilah agen perubahan bagi diri, masyarakat, dan bangsa-negara.  “Berbicaralah dengan karya-karya dan Jangan hanya menjadi penonton saja di pandemi ini, ambil lah peran meski kecil namun konsisten akan tentu berarti,” terangnya.

Wakil rektor 3 Undhiksa, Wayan Suastra mengatakan,  mengapresiasi Yonmenwa B-920/Jayastambha yang menginisiasi melakukan kegiatan tersebut yang mengambil tema pemuda dan pandemi yang mana dampaknya menyerang segi ekonomi, sosial, psikologi, serta membuat masyarakat hampir membuat frustasi menghadapinya.

Dalam keadaan seperti ini, mahasiswa harus bangkit,semangat, dan jadi pelopor kebangkitan Indonesia. Ia berpesan, pemuda jangan hanya nyinyir, saat ingin mengkritik dipersilahkan namun harus berbuat atau memberikan solusi. “Momen ini menjadi kesempatan para pemuda untuk bersatu padu memberikan semangat kepada keluarga dan masyarakat,” katanya.

(Iwn).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved