Breaking News:

Beriya Gunungpati

Kakek Suryadi 63 Tahun Meringkuk di Tahanan karena Dianggap Batalkan Kesepakatan Jual Beli Tanah

Kakek 63 tahun asal Pakintelan RT 05 RW 05, Gunungpati, Semarang harus mendekam di balik jeruji.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Catur waskito Edy
Rahdyan Trijoko Pamungkas
Tim Penasehat hukum Suryadi (kemeja merah) bersama keluarganya tunjukkan bukti kuitansi dipermasalahkan tetangganya yang hendak membeli tanah di wilayah Mangunsari Gunungpati. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kakek 63 tahun asal Pakintelan RT 05 RW 05, Gunungpati, Semarang harus mendekam di balik jeruji.

Suryadi namanya. Ia harus berurusan dengan polisi lantaran batal menjual tanah seluas 2.300 meter miliknya di wilayah Mangunsari.

Ia akhirnya dilaporkan calon pembeli yang merupakan tetangganya sendiri yakni S, dan seorang makelar, MD.

Namun bukan tanpa alasan Suryadi membatalkan kesepakatan jual beli tanah itu.

Menurut penasihat hukum Suryadi, Yohanes Sugiwiyarno, antara Suryadi dan S tidak bertemu sebelum ada kesepakatan harga.

Proses pembelian dijembatani oleh MD yang juga merupakan ketua RW. Menurutnya, semula Suryadi menawarkan tanahnya seharga Rp 1 juta per meter.

Namun dalam perjalanannya, karena si makelar mengatakan jika tanah itu bakal dijadikan gedung haji, Suryadi berubah pikiran.

Dengan niatan beribadah, ia menurunkan harga tanahnya jadi Rp 900 ribu per meter. Singkat cerita, ungkap Yohanes, terjadi kesepakatan di harga itu.

Setelah disepakati, MD lalu mengajak Suryadi ke rumah S. Sesampainya di rumah S, Suryadi diperlihatkan uang Rp 50 juta. Sebagai tanda jadi, Suryadi diberi Rp 30 juta.

Sementara Rp 20 juta lainnya tetap di tangan S. Alasannya, untuk keperluan akomodasi. Kemudian, Suryadi diminta menandatangani kuintasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved