Breaking News:

Berita Semarang

Sempat Panik Dikira Ada Razia, Pedagang Cilok di Semarang Lega Ternyata Diberi Bantuan Sembako

Seorang pedagang cilok Maman (40) warga asal Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat tidak bisa menyembunyikan raut bahagia, Sabtu (31/7/2021).

Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyerahkan bantuan sembako kepada pedagang cilok di Kabupaten Semarang, Sabtu (31/7/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Seorang pedagang cilok Maman (40) warga asal Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat tidak bisa menyembunyikan raut bahagia, Sabtu (31/7/2021).

Pagi itu tanpa disengaja dia yang sedang berjualan tidak jauh dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang disambangi orang nomor satu di Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha.

Maman mengaku tidak menyangka bakal menerima bantuan sembako. Awalnya dia mengira rombongan yang dipimpin Bupati Semarang itu sedang melakukan razia pedagang kaki lima (PKL).

"Saya tidak tahu kalau tadi pak Bupati Semarang, karena pakai masker dan bertopi. Saya kira ada razia, saya diminta stop malah dikasih sembako," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi, Sabtu (31/7/2021)

Dia bercerita, telah berjualan sebagai pedagang cilok keliling di wilayah Ungaran dan sekitarnya hampir empat tahun lamanya. Adanya pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM diakui berdampak pada hasilnya berjualan.

Sebelum pandemi, dalam sehari berjualan mulai pukul 08.00 sampai habis hasil yang didapat sekira Rp 150 ribu. Sebaliknya, dalam kondisi sekarang mendapat hasil Rp
50 ribu saja susah.

"Ini dapat sembako alhamdulillah, cukup untuk makan satu minggu. Saya disini tinggal di daerah Kampung Kuncen sebulan
Rp 400 ribu ditempati bertiga sesama pedagang cilok," katanya

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan bantuan sembako yang dibagikan berasal dari beberapa pengusaha di Kabupaten Semarang.

Dia mengungkapkan, selain diserahkan langsung secara door to door bantuan sembako disalurkan melalui BPBD Kabupaten Semarang.

"Total bantuan beras ada sekira 15 ton, dan masker. Kami mewakili pemerintah mengucapkan terimakasih. Untuk bantuan itu akan dibagikan ke PKL, tukang ojek, relawan, dan sebagainya yang terdampak PPKM," ujarnya (ris)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved