Breaking News:

Berita Semarang

Transpuan Semarang Akui Mudah Akses Vaksinasi : Ajukan 5 Dapat 16 Orang

Persatuan Waria Kota Semarang (Perwaris) Satu Hati  mengakui mudah dalam mendapatkan akses vaksinasi di Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Dok Perwaris Satu Hati .
Anggota Persatuan Waria Kota Semarang (Perwaris) Satu Hati ketika mendapatkan vaksinasi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persatuan Waria Kota Semarang (Perwaris) Satu Hati  mengakui mudah dalam mendapatkan akses vaksinasi di Kota Semarang.

“Ya kami awalnya mendapatkan lima orang selepas dilobi kami mendapatkan 16 orang,” terang Ketua Perwaris Silvi Mutiari kepada Tribunjateng.com, Sabtu (31/7/2021).

Ia menjelaskan, sejauh ini para anggota transpuan tersebut mendapatkan vaksin 1 Puskesmas Halmahera. Adapula yang melakukan vaksin di lain tempat.

Pihaknya kini masih mencari info jadwal vaksin bagi rekan transpuan yang ingin menyusul vaksin. Informasi yang ia terima, berbagai puskesmas di Kota Semarang hanya melayani pemberian vaksin ke 2.

“Dapat kabar juga, DKK Semarang juga masih nunggu kiriman vaksin dr pemerintah pusat, karena stok vaksin sudah menipis jadi hingga kini kami juga masih menunggu,” terangnya.

Ia berharap, kepada anggota Perwaris dan komunitas-komunitas lainnya jangan menyerah dengan kondisi sekarang, tetap jaga soliditas , tetap patuhi prokes serta mau akses vaksin agar pandemi  segera berakhir. “Untuk pemerintah, harapannya adalah percepat program vaksin,  serta dipenuhi stock vaksin di semua daerah. Serta tetap membantu komunitas transpuan di Kota Semarang,” katanya.

Di sisi lain, Sejumlah transpuan di Kota Semarang terpapar Covid-19. Ketika mereka terpapar Covid-19 harus mengandalkan diri mereka sendiri dan komunitasnya.

“Iya ketika anggota kami terpapar Covid-19 harus mengandalkan diri sendiri dan swadaya komunitas,” terang Ketua Persatuan Waria Kota Semarang (Perwaris) Satu Hati , Silvi Mutiari kepada Tribunjateng.com, Sabtu (31/7/2021).

Dia menyebut, jumlah kasus positif  transpuan di Kota Semarang meningkat tercatat penambahan 10 kasus positif yang mana  satu di antaranya meninggal dunia.

Kasus yang meninggal dunia terjadi pada 16 Juli 2021 di  satu RS di Kota Semarang, di tengah program PPKM darurat oleh pemerintah. Pasien sempat mengeluhkan buruknya pelayanan di sana.

Pasalnya terdapat oknum perawat yang kurang telaten dan sabar dalam memberikan perawatan. Seperti ketika diminta untuk menyuapi pasien, tidak ada perawat jaga yang mau melayani pasien transpuan.  Padahal kondisi pasien sangat lemah. Hal ini menyebabkan bertambah buruk nya kondisi pasien.

Setelah 4 hari dirawat di sana, pasien dengan komorbid jantung ini akhirnya meninggal dunia. Kemudian untuk pasien lain yang dirasa masih kuat dan tidak memiliki gejala berat,  melakukan isoman di rumah dengan perawatan dari keluarga serta teman-teman  karena banyak yang indekos. “Hanya teman-teman yang bisa di harapkan bantuannya,” terangnya.

Dia menjelaskan, kondisi saat pandemi ini sudah berat yang mayoritas bekerja di bidang jasa berupa salon kecantikan, rias pengantin maupun entertain. Ditambah lagi dengan PPKM darurat dan Level 4 ini. Banyak jadwal kerjaan yang ditunda maupun dibatalkan.“Kami hanya bisa bertahan dengan uang tabungan serta bantuan keluarga serta teman2 komunitas,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, upaya Perwaris sendiri tetap memberikan bantuan baik moril maupun materiil kepada teman-teman transpuan. Ketika ada info transpuan yang terkonfirmasi positif. 

“Kami coba dampingi semampu kami. Jika tidak bisa dilakukan tatap muka,maka kita dampingi secara onlen. Dan teman-teman juga membantu proses pemakaman teman  yang meninggal dunia terutama soal administrasi,” jelasnya. (Iwn)

Baca juga: Video Pedagang Cilok Tak Sangka Dapat Bantuan Sembako dari Bupati

Baca juga: 1088 Tonton Beras Dibagikan ke Warga Terdampak PPKM di Kebumen

Baca juga: Pelajar Asal Papua di Pati Ikuti Vaksinasi Covid-19 yang Digelar Alumni Akpol Angkatan 91

Baca juga: Cerita Transpuan Semarang di Tengah Pemberlakuan PPKM Level 4: Hanya Andalkan Bantuan Komunitas

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved