Berita Video
Video Lejen, Nasi Goreng 3 Generasi di Pekalongan
Termasuk di depan Pasar Anyar, Jalan Sulawesi, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Nasgor yang dibuatnya ini dimasak pakai arang
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Berikut ini video lejen, nasi goreng 3 generasi di Pekalongan.
Nasi goreng merupakan menu makanan sejuta umat di Indonesia.
Bahkan bisa dipastikan pula, hampir di seluruh pelosok negeri dengan mudah penjual nasi goreng ditemukan.
Meski sama-sama nasi goreng, cita rasa, dan keunikan yang ditawarkan berbeda-beda.
Termasuk di depan Pasar Anyar, Jalan Sulawesi, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Nasgor yang dibuatnya ini dimasak menggunakan arang.
Iwan (40) penjual nasgor arang mengatakan, ia menjual nasgor dengan arang ini sejak tahun 2012.
"Saya itu menggantikan bapak saya pada tahun 2012.
Sebelum ayah saya berjualan kakeknya sudah berjualan sejak tahun 1970 an," kata Iwan (40) penjual nasgor kepada Tribunjateng.com, Kamis (29/7/2021) malam.
Menurutnya, ia memilih berjualan nasgor dengan menggunakan arang ini karena meneruskan jualan ayahnya.
"Bapak saya punya anak laki-laki tiga, semuanya berjualan nasgor dengan arang."
"Kalau di tempat sini saya merupakan generasi kedua yang meneruskan jualan nasgor. Kalau awal jualan itu kakeknya tahun 1970 an," ujarnya.
Ia menceritakan sebelum berjualan di depan Pasar Anyar ini, orangtuanya dulu berjualannya keliling ke kampung-kampung.
Kemudian, perbedaan nasi goreng dengan yang lainnya itu dari penyajiannya menggunakan arang.
"Nasi goreng yang dimasak dengan arang ini menambah cita rasa dari nasi goreng yang dihasilkan," imbuhnya.
Terkait dengan adanya PPKM level 4 ini, berpengaruh dengan penjualannya.
Dulu sebelum PPKM, warungnya buka dari pukul 17.00 WIB dan tutup pukul 00.00 WIB.
"Sekarang jam 22.00 WIB sudah tutup. Adanya PPKM, semalam bisa menghabiskan 6 kg arang dan 4 kg beras," imbuhnya.
Iwan menambahkan, satu porsi nasi goreng Rp 14 ribu, kalau ditambah telur jadinya Rp 15 ribu.
Sementara itu, Iqbal (45) warga Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat mengaku sudah sejak lama langganan membeli nasi goreng arang depan Pasar Anyar.
"Sejak tahun 1980 an saya sudah membeli nasgor. Dulu yang jualan simbahnya namanya alm H Darno, generasi baru yang berada di depan Pasar Anyar itu dulu penjualnya namanya Muji dan sekarang sudah diteruskan anaknya," katanya.
Perbedaan nasi goreng ini dengan nasgor lainnya itu yaitu cara membuatnya menggunakan arang.
"Rasanya itu gurih, terus sedap, beda lah dengan nasgor yang dibuat menggunakan kompor biasa," imbuhnya.
Terpisah Ufi Ariyanti (26) mengatakan kalau ia sering makan nasi goreng arang ini.
"Dulu diberitahukan teman, kalau ada nasgor yang bikinya menggunakan arang. Setelah dicoba terasa enak dan sedap. Akhirnya ketagihan terus," ucapnya.
Kemudian, harganya sendiri terjangkau sekali.
Ufi berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. (Dro)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :