Breaking News:

Berita Jateng

Angka Kematian Karena Covid-19 Tertinggi, FPKS DPRD Jateng Minta Pemprov Fokus Sektor Kesehatan

Fraksi PKS DPRD Jateng meminta kepada Pemprov Jateng untuk fokus kepada sektor kesehatan terutama penanganan Covid-19.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rival al manaf
Dok FPKS DPRD Jateng
Sekretaris FPKS DPRD Jateng, Riyono. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fraksi PKS DPRD Jateng meminta kepada Pemprov Jateng untuk fokus kepada sektor kesehatan terutama penanganan Covid-19.

Hal itu karena Jateng menjadi penyumbang angka kematian tertinggi secara nasional.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jateng, Riyono, mengatakan berdasarkan laporan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia pada 29 Juli 2021 kemarin, terdapat 679 orang meninggal akibat Covid-19 di Jateng.

Riyono menyebutkan selama sepekan terakhir terdapat angka kematian yang cukup tinggi.

Baca juga: Nuryani Sehari Bisa Mandikan 6 Jenazah Pasien Covid-19 Namun Belum Pernah Tertular, Begini Caranya

Baca juga: Ngeyel Makamkan Korban Covid-19 Tanpa Protokol, 24 Orang dari 2 RT Positif Corona

Baca juga: 10 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi Webometric, Tidak Ada dari Jateng, Paling Dekat UGM

Baca juga: Beredar Video Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Dicuekin Mendagri Tito Karnavian saat di Kendal

Bahkan dalam laporan berjudul Situation Report, WHO menyebut di Pulau Jawa terjadi tren penurunan infeksi Covid-19 kecuali di Jawa Tengah.

"Dari data yang saya baca pun selama sepekan kemarin terdapat penambahan 2.816 kasus, yang tertinggi adalah dengan 679 orang meninggal dalam sehari. Ini bukan cuma angka lho, ini nyawa. Untuk itu pemerintah provinsi harus fokuskan perhatiannya pada sektor kesehatan," kata Riyono, dalam keterangannya, (1/8/2021).

Bahkan data pada Sabtu (31/7/2021), Jateng menjadi provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi nasional yang mencapai 4.896 kasus. Melihat trend Covid-19 di Jateng yang terus meningkat, kata Riyono, tiga hal yang harus dikejar oleh pemerintah provinsi saat ini.

"Yang pertama adalah percepatan vaksinasi. Vaksinasi sudah menjadi wajib bagi masyarakat Jateng dan tentunya ini perlu dipercepat untuk membentuk kekebalan komunal," ucapnya.

Baca juga: Bocah Korban Pemerkosaan Diteror Orang, Minta Damai Saja: Sudah Masuk Rumah Aman Jateng

Baca juga: BERITA LENGKAP: Jateng Kembali Catatkan Kematian Tertinggi Kasus Meninggal Covid-19 di Indonesia

Baca juga: Acara Pisah Sambut Kapolres di Pendopo Rembang Dikira Hajatan Warga, Polda Jateng Sampai Klarifikasi

Kedua, meminta Pemda untuk aktif dalam pencarian donor plasma konvalesen. Penggunaan plasma dari penderita yang sembuh dapat menjadi harapan bagi penyitas Covid-19 terutama yang sudah dalam kondisi darurat.

"Dan perlu diperbanyak survival covid yang mau donor plasma konvalesen," imbuhnya.

Dan terakhir adalah pemerataan infrastruktur kesehatan sampai tingkat daerah. Menurutnya, pemerataan infrastruktur kesehatan menjadi sangat penting hari ini.

"Karena salah satu penyebab angka kematian tinggi di kota-kota besar adalah kurangnya fasilitas kesehatan di daerah. Sehingga para penyintas Covid-19 larinya ke rumah sakit yang ada di kota besar atau yang lebih mumpuni," tandasnya. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved