Breaking News:

Penanganan Covid 19

Bukan Lockdown, Ini Alasan Pemerintah Menerapkan Kebjiakan PPKM

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan alasan pemerintah memilih untuk menerapkan PPKM di tengah Covid-19 dibanding lockdown.

Editor: moh anhar
Dok. Brimob Simongan
Personel kompi 2 Yon A pelopor Sat Brimob Polda Jateng melaksanakan pembagian paket sembako kepada masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19,Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah berlangsung selama beberapa pekan terakir. 

Kebijakan untuk mengurangi mobilitas warga ini dalam upaya mencegah penyebarluaan penyakit covid-19.

Beragam respons mengenai kebijakan pemerintah untuk tetap berada di rumah saja ini. 

Ada yang protes PPKM karena mengganggu mata pencaharian, dan akhirnya berpengaruh pada ekonomi mereka. 

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan alasan pemerintah memilih untuk menerapkan PPKM di tengah Covid-19 dibanding lockdown seperti negara lain.

"Jadi memang sempat ada perdebatan, tetapi esensinya yang terjadi dari keduanya adalah pembatasan kegiatan ekonomi," ungkap Suahasil dalam diskusi daring di Jakarta seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Suahasil, alasan utama penerapan PPKM adalah lapisan masyarakat di Indonesia yang sangat beragam, seperti terdapat kelompok masyarakat miskin atau rentan dan kaya.

Baca juga: Bisnis Terdampak Pandemi Covid-19, Akhirnya Lion Air Group merumahkan 8.000-an karyawan

Baca juga: Polisi Tepergok Istri Selingkuh dengan Guru di Kamar Hotel, Pelakor Lapor Polisi

Baca juga: Proyeksi Perpanjangan PPKM Jadi Sentimen Negatif Bursa

Ada pula kelompok masyarakat yang berada di perkotaan maupun pedesaan, dengan kemampuan ekonomi berbeda-beda.

Dari sektor keuangan di Indonesia pun, lanjut dia, terlihat dinamika lapisan masyarakat Indonesia, yang terlihat dari jumlah tabungan di bawah Rp 1 juta dan di atas Rp 10 juta.

Menurut dia, masyarakat dengan tabungan di bawah Rp 1 juta sudah mulai menarik uangnya untuk kebutuhan sehari-hari di tengah Covid-19, sedangkan nilai tabungan di atas Rp 10 juta justru meningkat di tengah pandemi.

Dalam konteks yang beragam itu, pemerintah pun menyiapkan berbagai bantuan bagi masyarakat yang memerlukan, terutama untuk orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan, tetapi masyarakat yang memerlukan bantuan dan hidup di atas garis kemiskinan juga perlu dibantu. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wamenkeu Ungkap Alasan Pemerintah Pilih PPKM daripada Lockdown"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved