Breaking News:

Berita Kendal

Bupati Kendal Minta Pemerintah Pusat Berikan 'Relaksasi' Tempat Wisata

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dengan tegas meminta kepada pemerintah pusat agar memberikan 'relaksasi' bagi tempat wisata.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berdialog tentang kondisi PKL di kawasan alun-alun Kaliwungu, Minggu (1/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dengan tegas meminta kepada pemerintah pusat agar memberikan 'relaksasi' bagi tempat wisata di tengah pandemi Covid-19. Permintaannya bukan tanpa dasar agar pemerintah pusat memberikan kebijakan supaya tempat wisata dibuka kembali dengan pembatasan.

Dico merasa kasihan dan prihatin kepada para pengelola tempat wisata, khususnya para pelaku usaha yang kini kelimpungan menyambung hidup. Mereka tidak punya penghasilan lagi, hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah yang tidak seberapa.

"Harapan mereka dan kami sama, supaya cepat buka. Saya bilang ke pusat, tolong siapkan skenario yang terbaik agar tempat wisata bisa buka lagi dengan pembatasan," terangnya, Minggu (1/8/2021).

Dico melanjutkan, jika pemerintah pusat sudah menentukan kebijakan dan skenarionya, pemerintah daerah siap menjalankannya di tingkat daerah. Pemerintah daerah siap menerima dan memastikan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata yang ada. 

Dico juga berharap agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola dan menata aturan di tempat wisata. 

Ia mengaku sedih jika para pelaku usaha dan UMKM di tempat wisata harus menelan pil pahit lagi jika penutupan wisata kembali diperpanjang. 

"Agar pemerintah daerah bisa menerima, pastikan prokes terjaga dengan baik. Mohon diberikan segera relaksasi," tegasnya.

Menurut Dico, jika pemerintah daerah diberikan kewenangan membuka tempat wisata, pemda bisa mengatur dam memilah tempat wisata mana yang benar-benar siap buka secara bertahap.

Seperti contoh tempat wisata yang dikelola oleh pihak swasta. Dengan asumsi, pengecekan protokol kesehatan akan lebih mudah di tempat wisata yang menjadi percontohan. 

"Tempat wisata khusus yang berbayar, relatif lebih bisa dikontrol. Daerah siap menerima. Saya minta kebijakan pemerintah pusat, tolong dibuka (tempat wisata, red). Daerah bisa pilah-pilah dan mengemas kebijakan yang terbaik untuk masing-masing," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved