Breaking News:

Berita Batang

Kreasi Tangan Totok, Bonsai Kelapa Berkarakter Wajah hingga Hewan 

Aneka bonsai kelapa bertunas dengan berbagai karakter menghiasi pelataran rumah, Totok Hariyanto.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/DINA INDRIANI
Totok Hariyanto saat mengukir tempurung pada bonsai kelapa di pelataran rumahnya, Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Batang, Sabtu (31/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Aneka bonsai kelapa bertunas dengan berbagai karakter menghiasi pelataran rumah, Totok Hariyanto.

Totok Hariyanto saat mengukir tempurung pada bonsai kelapa di pelataran rumahnya, Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Batang, Sabtu (31/7/2021).
Totok Hariyanto saat mengukir tempurung pada bonsai kelapa di pelataran rumahnya, Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Batang, Sabtu (31/7/2021). (TRIBUNJATENG/DINA INDRIANI)

Di tangan, pria yang akrab disapa Totok ini bibit pohon kelapa dibuatnya menjadi sebuah karya seni.

Dengan tangannya yang terampil juga kelihaiannya membuat patung dan kesukaannya terhadap tanaman bonsai Totok pun berkreasi dengan membuat tempurung bonsai kelapa berkarakter.

Ada berbagai macam karakter yang telah dia buat, seperti ayam, tupai, musang, serta wajah.

Pria paruh baya itu mengkreasikan bonsai kelapa pada fase pertumbuhan tunas kelapa. 

Selebihnya merupakan tahap perawatan yang memakan waktu berbulan bahkan tahunan.

"Untuk proses utama pembentukan bonsai ialah mengukir batok kelapa, dengan bermediakan pot mini tempurung kelapa dibentuk ," tuturnya, Sabtu (31/7/2021).

Dikatakannya, untuk membuat bonsai karakter ini kesulitannya di tahap awal pembuatan bonsai atau saat pertunasan.

"Ksulitannya di awal membentuk bonsai biasanya pertunasan dalam waktu 7 bulan, karena di tahap itu posisi tempurung harus benar vertikal atau sejajar, dan proses penyayatan tunasnya itu yang menentukan hasilnya, kalau mengukir karakternya satu hari saja selesai," jelasnya.

Beberapa bonsai karakter miliknya pun telah diperlombakan dan dipamerkan di tingkat Kabupaten saat ajang seni beberapa tahun lalu sebelum pandemi.

Totok yang bekerja sebagai seorang guru di MTS Darussalam itu menjadikan seni bonsai karakter sebagai hobi yang bisa menambah pundi-pundi penghasilan.

Satu bonsai karakter, dia jual kisaran harga Rp 100 Ribu hingga Rp 300 Ribu.

"Kalau pemasaran sendiri belum saya jual online, hanya orang datang ke sini tertarik terus dibeli, karena saya juga kerjakan ini sebagai hobi dan untuk mengisi waktu luang," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved