Breaking News:

Berita Pekalongan

Panen Kopi Pekalongan Bagus, Harga Kopi Malah Turun

Para petani kopi di Pekalongan mengeluhkan harga yang semakin turun tak sesuai dengan kualitas panen.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Petani kopi di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah sedang memetik biji kopi merah 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Memasuki akhir musim panen, petani kopi di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berharap harga bisa bertahan tinggi.

Pasalnya, kualitas kopi tahun ini dinilai lebih bagus dibandingkan dari tahun lalu.

Namun, ditengah pandemi Covid-19 harga kopi malah turun.

"Alhamdulillah, sebenernya panen kopi tahun ini bagus, namun berhubung pandemi Covid-19 dan musimnya berbarengan panen padi. Jadi, biji kopi tidak terurus dan pada jatuh buahnya. Metiknya sampai telat," kata Soenarnah (47) petani kopi Desa Kayupuring kepada Tribunjateng.com, Minggu (1/8/2021).

Di masa pandemi Covid-19, harga biji kopi jelas ada penurunan.

"Harga jauh dari sebelum adanya pandemi Covid-19," ucapnya.

Menurutnya, biji kopi yang metik merah dan kualitas bagus harganya Rp 30 ribu perkilogram.

Tapi, kalau yang biasa dan ada campuran biji kopi yang hijau harganya Rp 20 ribu perkilogramnya.

"Biasanya menjual dalam keadaan kering. Namun ada juga petani yang pingin cepet-cepet dapat duit sehingga menjualnya dengan keadaan basah. Kalau basah per kilogram dijual dengan harga Rp 4 ribu."

"Sebenarnya bagusan tahun ini namun kendalanya pas barengan panen padi. Petani kopi banyak yang tidak memanen," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved