Breaking News:

Berita Internasional

PM Jepang Bantah Lonjakan Kasus Covid-19 Disebabkan Olimpiade Tokyo 2020

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga Jumat (30/7/2021) membantah adanya lonjakan kasus covid-19 di Tokyo berkaitan dengan berlangsungnya Olimpiade To

Editor: m nur huda
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
PEMBUKAAN OLIMPIADE - Parade kembang api memeriahkan pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional, Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga Jumat (30/7/2021) membantah adanya lonjakan kasus covid-19 di Tokyo berkaitan dengan berlangsungnya Olimpiade Tokyo 2020.

Yoshihide Suga mengutip berbagai langkah yang bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi dari atlet dan staf yang berkunjung untuk pertandingan ke masyarakat umum.

Suga juga mengesampingkan kemungkinan membatalkan Olimpiade, dengan mengatakan "tidak ada kekhawatiran" karena orang-orang diharapkan lebih sedikit bergerak.

Selama konferensi persnya, Yoshihide Suga ditanya tentang kemungkinan mengubah undang-undang.

Untuk memberikan kekuatan hukum kepada pemerintah untuk menerapkan penguncian yang ketat.

Dilansir JapanTimes, Sabtu (31/7/2021), PM Yoshihide Suga mengatakan itu bukan sebuah pilihan.

Negara-negara yang telah menerapkan pembatasan ketat melihat penurunan infeksi karena penguncian, tetapi kasusnya melonjak lagi dan mereka harus bergantung pada vaksin,” kata Suga.

“Saya pikir tindakan penguncian ketat tidak terlalu cocok untuk Jepang,” jelasnya.

Suga menambahkan, peluncuran vaksin menjadi prioritas utama pemerintah.

Pemerintah akan memperluas keadaan darurat untuk mencakup prefektur Kanagawa, Saitama, Chiba dan Osaka mulai Senin (2/8/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved