Breaking News:

Berita Kendal

Dapat Kiriman Stok AstraZeneca, Pemkab Kendal Kebut Pemberian Vaksin Dosis ke-2 selama Dua Pekan

Pemerintah Kabupaten Kendal akhirnya mendapatkan tambahan vaksin 500 vial atau 5.000 dosis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto cek persediaan vaksin dan obat-obatan di Gudang Penyimpanan Obat dan Farmasi Dinkes Kendal, Senin (2/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Setelah mengalami kekosongan stok vaksin dosis pertama sepekan terakhir, Pemerintah Kabupaten Kendal akhirnya mendapatkan tambahan vaksin 500 vial atau 5.000 dosis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Akan tetapi, jenis vaksin kali ini AstraZeneca, berbeda dengan jenis vaksin sebelumnya yakni Sinovac.

Perbedaan jenis vaksin itu tidak bisa digunakan untuk pemberian vaksin dosis ke dua.

Tenaga kesehatan hanya bisa menyuntikkan vaksin AstraZeneca kepada warga yang belum menerima vaksin sebagai dosis pertama.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, tambahan alokasi vaksin saat ini sangatlah terbatas untuk percepatan vaksinasi di Kabupaten Kendal.

Dengan jumlah yang diterima, Dico memperkirakan stok vaksin untuk dosis pertama hanya cukup untuk percepatan vaksinasi 2 hari ke depan. 

Sementara pemberian vaksin dosis ke-2 terus dikebut dengan memaksimalkan alokasi sisa vaksin. 

"80% pertanyaan yang masuk terkait vaksinasi. Sekarang stok vaksin sangat terbatas. Percepatan vaksinasi ini terkendala stok vaksin, nah ini terus kita komunikasikan dengan pemerintah pusat dan provinsi agar tambahan vaksin untuk Kendal diperbanyak lagi," terangnya saat meninjau stok vaksin di Gudang Obat dan Farmasi Dinkes Kendal, Senin (2/8/2021).

Menurut Dico, capaian vaksinasi di Kabupaten Kendal saat ini baru di angka 15 persen atau 170 ribu jiwa dari target 1 jutaan orang. Ia berharap agar pemerintah pusat dan provinsi mendorong penuh upaya Pemerintah Kendal dalam percepatan vaksinasi, minimal tercapainya target 50 persen penduduk Kendal tervaksin pada September nanti.

"Kemampuan nakes kita bisa menyuntik 10.000 dosis per hari. Yang jadi kendala adalah stok vaksin terbatas. Sementara tambahan vaksin AstraZeneca, kita prioritaskan dengan target tertentu. Tidak untuk massal sementara waktu," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay menjelaskan, tambahan vaksin 500 vial sudah mulai dipakai di Lembaga Pemasyarakatan dan mahasiswa. Sebagai upaya pencegahan terjadinya Kipi pasca vaksin, petugas kesehatan juga memberikan beberapa obat agar bisa diminum ketika terjadi gejala pusing, demam, dan juga mual.

"Karena jenis vaksin AstraZeneca ini pertama kali kita terima melalui Kementerian Kesehatan, kita coba perketat evaluasi pasca imunisasi vaksin. Kita lihat Kipinya, karena di daerah-daerah lain angka Kipi untuk jenis vaksin ini cukup tinggi. Kita siapkan satu paket obat," tuturnya. 

Ferinando menambahkan, sasaran vaksinasi jenis AstraZeneca dilakukan kepada masyarakat dengan usia di atas 30 tahun. Namun, pihaknya juga mencoba pemberian vaksin kepada warga di atas usia 18 tahun seperti yang sudah dilakukan di daerah-daerah lain, seperti contoh Jakarta. 

Selain itu, tenaga kesehatan di Kendal masih terus berupaya menyuntikkan vaksin dosis ke-2 selama 2 pekan ke depan. Ia berharap, ada tambahan alokasi vaksin kembali jenis Sinovac untuk menambal kekurangan vaksin dosis ke dua sebanyak 100 vial. 

"Dosis ke dua ini masih berlangsung. Alokasi vaksin untuk dosis ke dua ini masih ada beberapa ribu dosis, tetapi masih belum aman karena jumlahnya juga kurang. Kita berharap minimnya stok vaksin ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi dan pusat," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved