Breaking News:

Berita Semarang

Jaga Martabat Notaris, Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Lakukan Pembinaan

Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah melakukan pembinaan kepada para notaris di Jawa Tengah.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Dok. Humas Kanwil Kemenkumham Jateng
Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yuspahruddin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah melakukan pembinaan kepada para notaris di Jawa Tengah. Pembinaan dilakukan secara virtual melalui zoom.

Pembinaan notaris oleh Kemenkumham dilakukan perannya sebagai Majelis Kehormatan Notaris (MKN). Hal itu sebagaimana diatur Pasal 22 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 17 Tahun 2021.

"Majelis Kehormatan Notaris Wilayah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan kepada notaris di wilayahnya," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A. Yuspahruddin, dalam keterangannya, Senin (2/8/2021).

Yuspahruddin yang juga Ketua Majelis Kehormatan Notaris Jawa Tengah, menerangkan pembinaan terhadap notaris sangat penting dilakukan. Hal itu karena notaris merupakan profesi terhormat yang harus secara konsisten dijaga martabat dan keluhurannya.

Berdasarkan Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Jabatan Notaris, dijabarkan bahwa notaris berwenang membuat Akta autentik mengenai semua perbuatan, perjanjian dan penetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan.

"Mengingat betapa pentingnya jabatan notaris ini dengan kewenangan yang dimiliki, pembinaan kepada notaris dirasa menjadi salah satu peran vital yang dipegang Kemenkumham sebagai Kementerian yang bertanggung jawab terhadap jabatan notaris ini," jelasnya.

Ia menerangkan, dalam hal menjalankan pembinaan bagi notaris, beberapa tugas yang dilakukan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah di antaranya melakukan pemeriksaan terhadap permohonan yang diajukan oleh penyidik, penuntut umum, dan hakim.

"Kami memberikan persetujuan atau penolakan terhadap permintaan persetujuan pemanggilan fotokopi minuta akta dan pemanggilan notaris untuk hadir dalam penyidikan, penuntutan, dan proses peradilan," tegasnya.

Pembinaan dilakukan, lanjutnya, untuk menjaga martabat dan kehormatan notaris dalam menjalankan profesi jabatannya dan memberikan perlindungan kepada notaris terkait dengan kewajiban notaris untuk merahasiakan isi Akta.

"Agar memiliki keberanian dalam mengawasi secara terus menerus dan membina serta memutuskan untuk menindak para notaris yang seringkali melakukan pelanggaran kode etik dan melanggar aturan yang berlaku," katanya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Bambang Setyabudi menambahkan, Majelis Kehormatan Notaris mempunyai tugas melakukan pemeriksaan terhadap permohonan yang diajukan oleh penyidik, penuntut umum, dan hakim.

"Sebab setiap APH dalam penyidikan terhadap notaris harus mendapatkan rekomendasi dari MKN apakah mengijinkan atau tidak berdasarkan hasil pemeriksaan oleh MKN itu sendiri," tambahnya.

Ia menandaskan, jumlah notaris sendiri di Jawa Tengah dalam kurun waktu enam bulan di tahun 2021 kurang lebih 12 notaris yang telah telah dilakukan proses pembinaan berupa pemanggilan klarifikasi terkait pembuatan akta minuta. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved