LIPUTAN KHUSUS

LIPUTAN KHUSUS : Jual Beli Plasma Konvalesen Rp 20 Juta, Calo Manfaatkan yang Membutuhkan

Keluarga pasien Covid-19 makin butuh dan bahkan kondisi sangat mendesak, maka calo atau agent terselubung tersebut patok harga makin tinggi.

kompas.com
ILUSTRASI kantong darah hasil donor plasma konvalesen dari pasien covid yang telah sembuh 

Menurutnya, yang sudah terjadi biarlah, yang penting pasien-pasien itu sudah sembuh dan pulih.

Bukan Kewenangan PMI

Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, mengatakan pemberian plasma konvalesen harus berdasarkan rekomendasi dari pihak rumah sakit.

Sehingga pasien tidak bisa mencari pendonor sendiri, terkecuali ada anggota keluarga yang sesuai.

"Rata-rata yang butuh plasma konvalesen itu kan yang dirawat di rumah sakit. Itu pun harus berdasarkan rekomendasi dokter yang menangani.

Setelah itu, pihak rumah sakit akan membuat pengantar untuk minta donor plasma di UDD PMI yang tersedia. Bisa dalam kota maupun luar kota," kata Sarwa Pramana menjawab hal tersebut.

Ia melanjutkan, apabila plasma konvalesen tersedia di PMI dalam kota. Maka plasma akan dikirim menuju ke rumah sakit yang dituju dan yang bekerjasama.

Namun apabila tidak ada stok di dalam kota, pihak keluarga diminta untuk mengambil.

"Saat proses pengambilan plasma juga tidak boleh sembarangan. Ada prosedurnya. Berpacu dengan waktu. Jika tidak bisa ambil sendiri bisa minta diantarkan dari pihak PMI yang menyediakan," jelasnya.

Cegah Penipuan

Menurutnya, apabila anggota keluarga pasien yang membutuhkan plasma konvalesen mengikuti prosedur yang berlaku, maka akan terhindar dari penipuan maupun jual beli plasma.

Ia tak memungkiri, ada beberapa keluarga pasien yang mencari donor plasma konvalesen di luar UDD PMI.

"Alasannya macam-macam. Yang paling klasik karena stok plasma konvalesen dengan golongan darah tertentu tidak tersedia di PMI.

Maka mau tak mau pihak keluarga mencari pendonor sendiri melalui berbagai cara. Salah satunya melalui media sosial," tambah Sarwa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved