Breaking News:

Berita Banjarnegara

Pelaku Wisata di Dieng Mengeluhkan Perpanjangan PPKM, Sebut Ekonomi Warga Lumpuh

Adanya perpanjangan PPKM level 4, yang sudah berakhir hari ini, Senin (2/8/2021), membawa konsekuensi bagi pelaku wisata.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
gerbang masuk kawasan wisata Dieng Plateau Wonosobo 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Adanya perpanjangan PPKM level 4, perpanjangan dari PPKM Darurat, yang sudah berakhir hari ini, Senin (2/8/2021), membawa konsekuensi bagi pelaku wisata, seperti halnya di objek wisata Dieng, Banjarnegara.

Pengelola agen perjalanan wisata Dieng Sarwo Edi mengatakan, banyak orang menggantungkan mata pencahariannya dari pariwisata. 

Dan, PPKM membawa konsekuensi bagi banyak sektor, termasuk pariwisata.

Seiring perpanjangan PPKM lalu, objek wisata Dieng, mau tidak mau harus menyesuaikan alias ditutup sampai masa PPKM berakhir. 

Objek wisata Dieng dijadwalkan tutup sampai tanggal 2 Agustus atau bertepatan dengan berakhirnya masa PPKM level 4. 

"Adanya perpanjangan PPKM membuat pelaku wisata ketar-ketir. Padahal, dampak penutupan objek wisata tak bisa disepelekan. Saat objek wisata ditutup, perekonomian mereka lumpuh. Mereka ada sopir, kenek, guide, pedagang, pengelola wisata, toko oleh-oleh, rumah makan, semua kena dampaknya," katanya, Senin (2/8/2021).

Sarwo mengatakan, seiring dengan munculnya kebijakan PPKM, banyak rombongan wisatawan yang membatalkan rencana perjalanannya ke Dieng. 

Kurang lebih 1.500 orang yang menggunakan jasa agennya memutuskan membatalkan atau menunda rencana berwisata ke Dieng karena objek wisata ditutup.

Ini belum di agen biro perjalanan lain yang jumlahnya cukup banyak. 

Karena itu, ia berharap PPKM tidak diperpanjang lagi dan objek wisata Dieng bisa segera dibuka. 

"Ini sudah mulai banyak wisatawan yang tanya lagi mau ke Dieng," katanya.

Sarwo menilai, tidak ada hubungannya pembukaan pariwisata dengan peningkatan jumlah kasus Covid 19.

Toh selama ini ia belum pernah mendengar ada klaster Covid 19 dari sektor wisata, khususnya Dieng. 

Ia beramsumsi, masyarakat yang memutuskan pergi berwisata pastinya dalam kondisi sehat. 

"Kalau sakit gak mungkin berwisata, pasti di rumah," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved