Breaking News:

Berita Pati

Ratusan PSK Lorong Indah Margorejo Pati Dipastikan Sudah Hengkang

Pemerintah Kabupaten Pati bersama jajaran kepolisian tengah serius melakukan upaya penertiban di kompleks lokalisasi Lorok Indah alias Lorong Indah.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Lokalisasi Lorong Indah Margorejo Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati bersama jajaran kepolisian tengah serius melakukan upaya penertiban di kompleks lokalisasi Lorok Indah alias Lorong Indah, Margorejo.

Kepala Satpol PP Pati Sugiono menuturkan, saat ini tempat prostitusi tersebut sudah dalam keadaan sepi.

Hal ini lantaran sekira 250 orang penghuninya yang mayoritas berasal dari luar Pati sudah dipersuasi untuk kembali ke kampung halamannya. Terlebih karena saat ini masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Terkait penertiban LI, ini diawali gerakan Pak Kapolres (AKBP Christian Tobing) bersama Kabag Ops (Kompol Sugino) pada 14 Juli lalu. Gerakan tersebut ialah mengeluarkan pekerja atau penghuni yang bukan warga Pati dengan baik, dengan empati, tanpa tindakan represif. Ini tidak mudah, karena sekitar 250 orang lebih bisa keluar secara baik-baik,” jelas dia saat diwawancarai di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (2/8/2021).

Dia menambahkan, 250 pekerja seks komersial yang telah meninggalkan LI tersebut kebanyakan berasal dari Semarang, Jepara, Kudus, dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

“Total ‘penghuni LI’ berdasarkan info yang kami terima sekitar 250 sampai 300 orang. Jadi saat ini hampir 100 persen sudah pergi. Kami juga melakukan penjagaan di sana. Selama PPKM kami jaga 24 jam. Supaya mereka tidak kembali,” ujar dia.

Sebagai langkah lanjutan, lanjut Sugiono, pihaknya juga telah melayangkan surat pemberitahuan pada pengelola kawasan LI. Hal ini lantaran pemilik bangunan yang berada di sana tidak ada satu pun yang memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Jadi lokasi usaha mereka melanggar tata ruang. Sebenarnya peruntukannya ialah lahan pertanian pangan berkelanjutan. Maka dari itu harus dikembalikan sesuai fungsi atau peruntukannya. Kalau tidak, ada jerat pidananya, karena melanggar RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah),” papar dia.

Sugiono berharap, para pemilik bangunan di LI bisa sadar dan mengikuti peraturan yang ada dengan baik. Namun demikian, ia berharap perkara ini bisa terselesaikan secara musyawarah, tanpa ada konflik.

“Bupati Haryanto juga berharap ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa ada pihak yang dirugikan. Beliau minta hal ini segera dirapatkan dengan pihak terkait untuk tindak lanjutnya,” kata dia.

Sugiono menuturkan, surat yang pihaknya layangkan sifatnya baru pemberitahuan. Tujuannya agar para penghuni LI memahami ketentuan yang ada. Menurut dia, para pemilik bangunan di LI ingin bertemu untuk membicarakan hal ini lebih lanjut, supaya kedua belah pihak punya pemahaman yang sama. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved