Breaking News:

Berita Semarang

Tutup Tiga Tempat Isolasi Terpusat di Semarang, Hendi Sisakan Tempat Tidur untuk Warga yang Isoman

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menutup beberapa tempat isolasi terpusat. Penutupan isolasi terpusat seiring dengan menurunya kasus Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
humas pemkot semarang
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau lokasi isolasi di balai kelurahan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menutup beberapa tempat isolasi terpusat. Penutupan isolasi terpusat seiring dengan menurunya kasus Covid-19 di ibu kota Jawa Tengah.

Setidaknya, ada tiga tempat isolasi yang ditutup yaitu isolasi terpusat UIN Walisongo, Islamic Centre, dan Wonolopo.

"Sebenarnya bisa ditutup (beberapa lainnya) tapi ada pemikiran bagaimana kalau yang isolasi di rumah-rumah itu kami angkutin (menempati tempat isolasi)," ujar Hendi, sapaannya, Senin (2/8/2021).

Hendi menyebut, kapasitas karantina terpusat yang dikelola Pemerintah Kota Semarang saat ini masih ada 600 tempat tidur. Sedangkan warga yang melakukan isolasi mandiri sekitar 300 orang.

Menurutnya,  isolasi terpusat masih dapat menampung mereka.

Baca juga: Niat Cari Bambu untuk Pasang Umbul-umbul, Warga Rogodadi Kebumen Temukan Mayat di tengah Jalan

Baca juga: Cegah Kerumunan, Penyaluran Sembako di Kabupaten Semarang Dilakukan Door to Door

Baca juga: Angkutan Kota di Purwokerto Mati Kutu Sebulan Tak Beroperasi, Organda: Lanjut PPKM Plus Plus

Baca juga: Selamat, Karya Inovasi dari Banyumas Masuk 45 Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Tahun 2021

Dia ingin mereka karantina di isolasi terpusat agar tenaga kesehatan (nakes) lebih mudah melakukan kontrol. Di sisi lain, mereka tidak akan menularkan kepada warga lainnya.

Rencananya, Pemerintah Kota Semarang akan mulai menjemput warga yang isolasi mandiri untuk dibawa ke karantina mulai Selasa besok.

"Kami paksa mereka ke isolasi terpusat. Tujuannya, supaya penanganan jauh lebih mudah. Pemberian obat dan kontrolnya tepat. Mereka tidak nulari yang lain," ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menambahkan, monitoring akan lebih mudah jika warga berada di isolasi terpusat.

Pihaknya akan menetukan warga yang isolasi terpusat untuk dibawa ke rumah sakit, tempat isolasi terpusat, atau tetap di rumah. Hal itu menyesuaikan kondisi pasien.

Dengan demikian, diharapkan kasus kematian di Kota Semarang akan semakin turun apabila pasien tertangani dengan baik.

Dia menyebutkan, saat ini angka kematian di Kota Semarang masih berada pada angka 6,2 persen. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.

"Ini rumah sakit, puskesmas, lurah, camat, ikut serta dalam menurunkan angka kematian," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved