Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Karang Taruna Kaligayam Ubah Kali Keruh Buat Budidaya Ikan, Potensi Wisata Baru di Kabupaten Tegal

Saluran air limpasan sungai kaligung sepanjang 75 meter dan lebar 4,5 meter menjadi tempat budidaya ikan air tawar jenis nila. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Karang Taruna Bangkit Jaya, Desa Kaligayam, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, berhasil menyulap saluran air limpasan sungai kaligung sepanjang 75 meter dan lebar 4,5 meter menjadi tempat budidaya ikan air tawar jenis nila. 

Tempat budidaya ikan yang mulai diberdayakan sejak Februari 2021 lalu, saat ini kondisinya semakin tertata dan ukuran ikan nila pun semakin besar. 

Ditemui di lokasi, Ketua Karang Taruna Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Irfan Winanda menjelaskan, awal mula ide membuat budidaya ikan air tawar bermula saat ia dan teman-teman karang taruna berkunjung ke daerah Umbul Ponggok Klaten dan melihat budidaya ikan di sana.

Baca juga: Oknum Relawan Semarang Pungli Ongkos Pemakaman Jenazah Pasien Corona Rp 16 Juta

Baca juga: Meski PPKM Diperpanjang, Pemkot Solo Akan Longgarkan Aturan Pernikahan

Baca juga: Komisi B DPRD Kendal Dorong Optimalisasi PAD dari Pasar Relokasi Weleri

Selain Klaten, Irfan juga berkunjung ke Umbulharjo Yogyakarta yang sama-sama membuat budidaya ikan memanfaatkan saluran air yang tidak terpakai.

Akhirnya ia dan teman-teman langsung menerapkannya di saluran air limpasan sungai kaligung Desa Kaligayam.

Prosesnya sendiri dimulai sejak November 2020 sampai akhir Februari 2021, sedangkan mulai dibuka untuk umum dan sudah terisi bibit ikan sejak Maret 2021. 

"Kami sementara masih fokus budidaya ikan nila, namun tidak menutup kemungkinan kedepannya bisa bertambah jenis lainnya. Awal kami sebar 10 ribu bibit ikan nila sumbangan dari salah satu donatur, dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal 15 ribu bibit. Jadi total ada 25 ribu ikan nila, namun jumlah tersebut bisa saja berkurang karena kan ada yang mati atau lepas," ungkap Irfan, pada Tribunjateng.com, Selasa (3/8/2021).

Karena saat ini ukuran ikan sudah besar, sehingga minat warga untuk datang ke lokasi sekedar melihat atau memberi makan ikan pun semakin meningkat terutama saat weekend Sabtu dan Minggu.

Anggota Karang Taruna pun memanfaatkan antusias masyarakat dengan menjual pakan ikan seharga Rp 2 ribu per cup atau wadah. 

Nantinya hasil dari penjualan pakan ikan tersebut digunakan untuk pemeliharaan area budidaya ikan, membeli stok pakan ikan, dan keperluan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved