Breaking News:

Berita Pati

Keunikan Batik Ciprat Karya Penyandang Disabilitas Pati

Karya para penyandang disabilitas di Pati ini bahkan diganjar penghargaan Juara 3 dalam ajang Pati Innovation Award 2021 kategori umum.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Memiliki keterbatasan fisik tidak membuat para anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati berpangku-tangan. 

Dengan mengerahkan kreativitas dan kemauan untuk belajar, mereka bisa menghasilkan karya yang menarik dan menghasilkan rupiah.

Karya tersebut ialah batik ciprat.

Karya para penyandang disabilitas di Pati ini bahkan diganjar penghargaan Juara 3 dalam ajang Pati Innovation Award 2021 kategori umum.

Batik ciprat menampilkan motif bintik-bintik cipratan yang abstrak, tapi menarik untuk dipandang. Motif batik dihasilkan dari cipratan malam/lilin pada kain.

Ketua PPDI Pati Suratno mengatakan, ia dan rekan-rekannya mulai belajar membatik pada 2019 lalu. Awalnya, mereka hanya belajar membatik tulis. Menggambar motif dengan mencanting.

“Awal pandemi, karena satu dan lain hal, kami sempat berhenti membatik agak lama. Kemudian saya matur (bilang) ke Pak Dandim dan dikasih tempat di sini (Sekretariat PPDI Pati Jalan P Sudirman). Akhirnya kami lanjutkan membatik sampai sekarang,” kata dia ketika diwawancarai Tribunjateng.com, Senin (2/8/2021).

Suratno menjelaskan, pihaknya memulai pembuatan batik ciprat pada 2020. Pertimbangannya, batik tulis sudah banyak produsennya di Pati. Ia dan rekan-rekan penyandang disabilitas ingin menghasilkan sesuatu yang unik.

“Akhirnya kami beralih ke ciprat, sebab setahu saya se-eks karesidenan Pati belum ada batik ciprat,” tutur dia.

Suratno menyebut, ada delapan orang anggota PPDI yang rutin membatik. Semuanya penyandang disabilitas tunadaksa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved