Liga Italia
Mkhitaryan Sesumbar AS Roma Bisa Scudetto Musim Ini Karena Ada Mourinho
Salah satu pemain AS Roma sesumbar tim asal Ibu Kota Italia itu akan meraih Scudetto di musim ini.
TRIBUNJATENG.COM, ROMA - Salah satu pemain AS Roma sesumbar tim asal Ibu Kota Italia itu akan meraih Scudetto di musim ini.
Ia adalah Henrikh Mkhitaryan, salah satu alasan kenapa dia yakin juara karena ada Jose Mourinho di timnya.
Hal itu sedikit aneh karena Mkhitaryan pernah berselisih dengan Mou kala di MU.
Baca juga: Hasil Pra-Musim Liga Italia: Monza vs Juventus, Roma vs Sevilla dan Nice vs Milan
Baca juga: Ditahan Imbang 10 Pemain Sevilla, AS Roma Era Mourinho Tetap Belum Terkalahkan
Baca juga: Mourinho Tak Suka Pemain AS Roma Main Fortnite, Jika Ngeyel Nasibnya Akan Seperti Bintang Tottenham
Ia bahkan berkoar-koar bahwa Giallorossi siap menggondol Scudetto Serie A Liga Italia musim 2021/2022.
Koar-koar Mkhi memang tidak terlepas dari kehadiran Jose Mourinho yang pernah melatih Manchester United dan Tottenham Hotspur.
Bersama Mou, Mkhi mengatakan bahwa Roma akan bersaing dengan elit Serie A untuk gelar liga Italia 2021/2022.
Veteran Armenia itu bisa dibilang sebagai salah satu pemain terbaik I Giallorossi sepanjang musim 2020/21.
Mkhi mencetak 13 gol dan memberikan 11 assist dalam 34 pertandingan Serie A.
Ia pun begitu optimistis bahwa klub yang berbasis di Roma itu dapat meningkatkan posisi finis dari posisi ketujuh musim 2020/2021 ke papan atas atau zona Liga Champions, bahkan jawara.
“Kami akan melakukan segalanya untuk menjadi protagonis dan membawa pulang kemenangan sebanyak mungkin,” kata Mkhitaryan kepada Il Corriere dello Sport.
Mkhitaryan telah mencetak 24 gol dan membantu dalam 19 gol lainnya dalam 73 pertandingan kompetitif untuk Roma sejak ia tiba pada 2019.
Mkhi sudah pernah bertemu dengan Mourinho, ketika mereka sama-sama bermarkas di Old Trafford. Mkhi meninggalkan Old Trafford pada 22 Januari 2018, sedangkan Mourinho mulai melatih di Old Trafford pada 1 Juli 2016.
Keduanya pernah berselisih.
Saat di Old Trafford, Mkhitaryan menjadi rekrutan kedua Mourinho dalam transfer senilai 26,3 juta poundsterling dari Borussia Dortmund pada 2016.
Ia memainkan peran penting dalam kampanye kemenangan United di Liga Europa, mencetak gol di final melawan Ajax.
Namun, Mkhitaryan kemudian dijual ke Arsenal dalam kesepakatan pertukaran yang melibatkan Alexis Sanchez.
Mkhitaryan juga mengalami awal yang sulit untuk kariernya di United, hanya sekali menjadi starter di Liga Premier dalam tiga setengah bulan pertamanya di Inggris.
Tapi kini Mkhi dan Mourinho telah menyelesaikan perbedaan mereka. Pemain berusia 32 tahun itu pun siap untuk menempatkan dirinya pada pelatih baru Giallorossi.
Henrikh Mkhitaryan menegaskan bahwa hubungannya dengan Jose Mourinho di Manchester United tidak relevan sekarang saat mereka bersatu kembali di Roma.
Mkhi menandatangani perpanjangan satu tahun dengan Roma setelah klub menunjuk Mourinho sebagai manajer.
“Apa yang terjadi di Manchester tetap di Manchester. Kami berbicara sebagai orang dewasa, kami berdua ingin pergi dengan cara yang sama, kami berdua ingin memenangkan sesuatu untuk Roma. Satu-satunya hal yang penting adalah tahun ini,” kata Mkhitaryan kepada Corriere dello Sport.
“Dia adalah orang yang sama, tetapi dengan keinginan yang lebih besar untuk menang daripada saat itu (di United). Pelatih seperti dia tidak pernah menyerah, dia selalu ingin menang. Ini karakteristik bawaan, tidak dapat diperoleh dari waktu ke waktu. Mourinho spesial untuk alasan ini," kata Mkhi.
Terkait dengan kondisi tim Roma, Henrikh Mkhitaryan mengatakan bahwa ada sedikit soal yang akan diselesaikan oleh Mourinho terkait dengan posisi kapten.
Ini terkait dengan dualisme Edin Dzeko dan Lorenzo Pellegrini.
Menjelang akhir musim 2020/2021, Dzeko bentrok dengan pelatih Paulo Fonseca yang kemudian digantikan Mourinho.
Baca juga: Selangkah Lagi AS Roma Bajak Penerus Piatek di Genoa
Baca juga: Bomber PSG Tertarik Proyek Mourinho di AS Roma, Inter Milan Punya Cara Gagalkan Kerja Sama Mereka
Baca juga: Jose Mourinho Marahi Pemain Muda AS Roma: Bangunlah, Sialan!
Fonseca melepas ban kapten dari Dzeko sejak Januari 2020.
Mou sepertinya juga condong kepada Lorenzo Pellegrini sebagai kapten. musim ini di bawah Jose Mourinho, setelah Dzeko dicopot dari perannya pada Januari menyusul perselisihan dengan Fonseca.
“Itu adalah situasi yang buruk bagi kami semua dan tidak ada yang menginginkan perpecahan seperti itu berkembang,” kata Mkhitaryan kepada Corriere dello Sport.
“Hal positifnya adalah kami terus bekerja dan bermain bersama untuk tim. Kami menemukan kesepakatan dan mencapai akhir musim, ketika Edin membantu kami. Dzeko kapten kami. Ia punya pengalaman, karisma, dan cara semua orang mencintainya. Ban lengan tidak masalah,” kata Mkhi. (*)
Artikel ini telah tayang di Warta Kota dengan judul Henrikh Mkhitaryan Koar-koar Merebut Scudetto 2021/2022 Setelah Kompak Lagi dengan Jose Mourinho