Berita Semarang

Pemkot Semarang Akan Mulai Jemput Warga yang Isoman ke Karantina Terpusat Hari Ini

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menutup beberapa tempat isolasi terpusat. Penutupan isolasi terpusat seiring dengan menurunya kasus Covid-19 di ib

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan keterangan pers di kantornya, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menutup beberapa tempat isolasi terpusat. Penutupan isolasi terpusat seiring dengan menurunya kasus Covid-19 di ibu kota Jawa Tengah.

Setidaknya, ada tiga tempat isolasi yang ditutup yaitu isolasi terpusat UIN Walisongo, Islamic Centre, dan Wonolopo.

"Sebenarnya bisa ditutup (beberapa lainnya) tapi ada pemikiran bagaimana kalau yang isolasi di rumah-rumah itu kami angkutin (menempati tempat isolasi)," ujar Hendi, sapaannya, Senin (2/8/2021).

Hendi menyebut, kapasitas karantina terpusat yang dikelola Pemerintah Kota Semarang saat ini masih ada 600 tempat tidur.

Sedangkan warga yang melakukan isolasi mandiri sekitar 300 orang.

Menurutnya,  isolasi terpusat masih dapat menampung mereka.

Dia ingin mereka karantina di isolasi terpusat agar tenaga kesehatan (nakes) lebih mudah melakukan kontrol.

Di sisi lain, mereka tidak akan menularkan kepada warga lainnya.

Rencananya, Pemerintah Kota Semarang akan mulai menjemput warga yang isolasi mandiri untuk dibawa ke karantina mulai Selasa besok.

"Kami paksa mereka ke isolasi terpusat. Tujuannya, supaya penanganan jauh lebih mudah. Pemberian obat dan kontrolnya tepat. Mereka tidak nulari yang lain," ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menambahkan, monitoring akan lebih mudah jika warga berada di isolasi terpusat. Pihaknya akan menetukan warga yang isolasi terpusat untuk dibawa ke rumah sakit, tempat isolasi terpusat, atau tetap di rumah.

Hal itu menyesuaikan kondisi pasien.

Dengan demikian, diharapkan kasus kematian di Kota Semarang akan semakin turun apabila pasien tertangani dengan baik.

Dia menyebutkan, saat ini angka kematian di Kota Semarang masih berada pada angka 6,2 persen. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.

"Ini rumah sakit, puskesmas, lurah, camat, ikut serta dalam menurunkan angka kematian," ucapnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved