Berita Banjarnegara
PVMBG Rilis Aktivitas Kawah Siglagah Dieng: Semburan Lumpur dan Dentuman
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sempat merilis aktivitas kawah Siglagah Dieng.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sempat merilis aktivitas kawah Siglagah Dieng.
Berdasarkan rilis resmi PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pada tangal 30 Juli 2021 lalu, Kawah Siglagah sempat menyemburkan lumpur.
Pusat semburan berada di salah satu rekahan di area Kawah Siglagah yang berada di tebing sebuah bukit.
Semburan lumpur terjadi di sekitar kawah dengan radius kurang dari 10 meter dari sumber semburan.
Kemudian lada Sabtu, 31 Juli 2021, terdengar suara dentuman lemah hingga sedang serta semburan lumpur sepanjang kurang lebih 10 meter kearah utara dengan tinggi kurang lebih 1 - 3 meter.
Kawah Siglagah memang tak sepopuler kawah lain di kawasan Dieng, semisal Kawah Sileri dan Kawah Timbang yang kerap mendapat perhatian.
Kawah yang berada di Desa Pranten Kecamatan Bawang, Batang ini hanya satu di antara 16 kawah aktiv di Gunung Dieng.
Bentuk Kawah Siglagah beda dengan Kawah Sileri yang beberapa kali mengalami erupsi besar.
Warga Desa Kepakisan Kecamatan Batur Banjarnegara Sarwo Edi mengatakan, tak seperti Kawah Sileri yang membentuk kubangan besar seperti danau, Kawah Siglagah berada di lereng dengan kemiringan curam.
Bedanya dengan lereng di sekitarnya, terbentuk rekahan-rekahan di lahan sepanjang sekitar 200 meter itu.
Dari rekahan itu, muncul kepulan asap putih yang membumbung tiap waktu.
Meski pemandangan itu cukup mengerikan, rupanya tidak bagi warga sekitar.
Padahal, masyarakat terdekat hanya tinggal dengan jarak puluhan meter dari kawah.
Lahan pertanian warga pun berdampingan dengan kawah.
Warga sekitar rupanya telah lama hidup berdampingan dengan kawah aktif.
"Itu lokasinya dekat dengan pemukiman warga, " katanya.
Berita mengenai aktivitas semburan lumpur disertai suara dentuman boleh saja terkesan mengerikan.
Tetapi bagi warga sekitar, aktivitas vulkanik semacam itu menjadi hal wajar.
Karenanya, mereka menyikapi kejadian semburan lumpur disertai suara dentuman Kawah Siglagah biasa saja.
Meski tidak seaktif Kawah Sileri yang kerap meletus, bukan berarti Kawah Siglagah tidak mengancam.
Dalam catatan sejarah yang terekam di Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Kawah Siglagah pernah meletus atau kejadian pembentukan kawah pada tahun 1895.
Tetapi tidak tercatat ada korban jiwa akibat kejadian itu.
"Tidak ada korban jiwa, " kata Aziz, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dieng.
Dalam catatan sejarah, letusan kawah paling banyak memakan korban jiwa adalah erupsi Kawah Sileri dan kawah Timbang.
Pada tahun 1944 misalnya, Kawah Sileri pernah meletus hingga menewaskan 117 orang.
Kemudian di tahun 1964, kawah itu kembali meletus hingga menewaskan 114 penduduk.
Tak kalah mengerikan adalah kejadian erupsi Kawah Sinila dan kawah Timbang pada 1979.
Semburan lumpur panas dan gas beracun dari kawah itu sampai menewaskan 149 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kawah-siglagah-dieng-semburan-lumpur.jpg)